SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
INGATKAN GENERASI PENERUS: Boediono saat mengisi seminar nasional di kampus UMY kemarin (23/3). Dalam kesempatan ini, Boediono mengingatkan generasi penerus sebagai pihak yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.JOGJA – Lama tak ada kabarnya (pascalengser dari pemerintahah bersama SBY), mantan Wakil Presiden RI Boediono muncul di kampus UMY kemarin (23/3). Pria yang juga mantan Menteri Keuangan itu, hadir sebagai pembicara seminar nasional bertema “Strategi Pengembangan SDM Untuk Menghadapi Ekonomi Masa Depan di UMY”.
Dalam kesempatan tersebut, Boediono mengatakan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci keberhasilan ekonomi suatu bangsa. Karena itu, pemerintah Indonesia perlu menggembleng anak bangsa sebagai generasi penerus, agar dapat bersaing dengan negara lain.
“Jika SDM Indonesia bagus, ekonomi otomatis akan maju,” tegas Boediono saat mengisi seminar. Selain SDM, tiga institusi sangat menentukan kinerja suatu daerah atau bangsa, yaitu politik, hukum, dan birokrasi.
Namun menurut Boediono, selama ini, penerapan tiga institusi tersebut di setiap negara berbeda-beda dalam menangani masalah bangsanya, seperti Korea Selatan dengan Korea Utara.
Ditegaskan, politik, hukum dan birokrasi, merupakan suatu institusi. Yakni sebagai aturan main di setiap bidangnya, dan mereka yang melakukan aturan main atau orangnya. “Suatu institusi itu dikatakan efektif dan baik, apabila proses antara dua elemennya itu berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan sesuatu yang diinginkan bersama,” tuturnya.
Karena itu, suatu institusi sangat bergantung pada kompetensi, integritas dan kualitas SDM. Jika SDM yang ada dalam institusi publik, seperti politik, hukum dan birokrasi berkualitas, kebijakan yang akan dihasilkan juga berkualitas. “Proses politik dan hukumberjalan dengan baik, serta birokrasi sebagai elemen ketiga dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat menyejahterakan masyarakat,” paparnya.
Boediono menambahkan, generasi muda sebagai ujung tombak dan penerus estafet kepemimpinan bangsa, agar terus mengasah diri dan mau belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, mereka juga harus siap membangun institusi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab, generasi yang mengganti harus lebih baik dari generasi yang diganti. “Jika penggantinya itu lebih baik, maka bangsa ini akan maju. Sebaliknya, jika penggantinya itu buruk, bisa-bisa negara alami kemunduran,” katanya.
Karena itu, dia meminta agar generasi sekarang jangan menghabiskan dan mengonsumsi semua kekayaan sumber daya alam danincomenegeri. “Ini penting, karena kita generasi penerus,” tandasnya. (mar/jko/ong)