SLEMAN – Pelaksanaan ujian nasional (Unas) tinggal hitungan hari. Meski demikian, pelaksanaan unas masih ada masalah. Setidaknya, masalah tersebut dialami sekolah yang akan melaksanakaan unas online. Pihak sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan unas online, hingga kemarin, belum menerima hasil verifikasi. Padahal, unas harus dihelat 13-15 April.
Kepala SMKN 1 Kalasan Moh Efendi mengatakan, pada akhir Februari lalu, lembaganya memang kedatangan tim verifikasi. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjut.
Dijelaskan, selama ini, unas biasa digelar dengan sistem Paper Based Test (PBT). Namun tahun ini, di sekolahnya ditunjuk untuk melaksanakan unas online. Sehingga, siswa perlu menyesuaikan dengan mekanisme yang sama sekali belum pernah terjadi dalam unas tersebut.
Karena itu, SMKN 1 Kalasan telah menyiapkan semua sarana unas online. Beberapa kali digelar simulasi untuk menyiapkan mental dan fisik siswa.
Namun, hasil verifikasi dari Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) Pendidikan, tetap dianggap penting guna pemantapan persiapan, sehingga pelaksanaan unas bisa lancar.
“Kami segera persiapkan materi dan teknis untuk siswa. Apalagi unas menggunakan sistem computer based test (CBT). Ini sesuatu yang baru,” katanya kemarin (23/3).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Arif Haryono berharap sambil menunggukepastian verifikasi, sekolah yang telah ditunjuk untuk unas online agar tetap menyiapkan peserta,. “Persiapan jangan menunggu hasil verifikasi. Karena mepet, nanti dengan jadwal unas,” ingatnya.
Kabid Kurikulum Kesiswaan Ery Widaryana menambahkan, sekolah penyelenggara unas online harus memiliki unit komputer sesuai jumlah peserta uji. Atau sedikitnya sepertiganya. Lebih dari itu, spesifikasi komputer harus sesuai dengan yang telah ditentukan Kementerian Pendidikan. Sekolah juga harus memiliki laboran komputer yang mumpuni dalam pengoperasian sistem CBT.
Saat ini, ada enam sekolah yang menyatakan siap menggelar unas online. Semua, sekolah kejuruan. Selain SMKN 1 Kalasan, ada SMKN 2 Depok, SMKN e Seyegan, SMKN 1 Godean, SMKN 1 Prambanan, dan SMK Dirgantara.(yog/jko/mga)