FOTO-FOTO: DYAH AYU PRATIWI/EKSPRESI
PENSI: Ujian praktek Bahasa Perancis SMAN 6 Jogja dikemas dalam bentuk pentas seni.
UJIAN itu enggak selalu jadi sesuatu yang menyeramkan? Salah satunya bisa dirasakan oleh teman-teman Namche ato SMAN 6 Jog-jakarta. Ujian praktik untuk siswa kelas XII Bahasa Perancis. Ujian praktek mereka lebih mirip aca-ra hura-hura. Soalnya ujian me-reka dikemas dalam bentuk pen-tas seni dan dikasih tajuk “Une Journée Française” ato kalo dibahasa Indonesia kan berarti ’Sehari Berbahasa Perancis’.
Acaranya dilaksanakan Jumat (20/3) lalu di Lembaga Indonesia Perancis Sagan Jogjakarta. Saking serunya enggal nampak ada ketegangan di wajah para pe-serta ujian. Mereka udah mem-persiapkan semuanya jauh hari dan dilakukan dengan nuansa yang fun. “Melalui pentas seni mereka bisa lebih explore Bahasa Perancis, dan kesan sulit pun menghilang. Mereka menikmati sejak proses hingga hasilnya,” ujar guru Bahasa Perancis, Riyantiarni.
Dikatakan, metode ujian prak-tik di SMAN 6 Jogja baru dimulai tahun ini diharapkan bisa berla-njut di tahun-tahun mendatang dengan scoop yang lebih luas. “Ada keinginan expo dan pensi dengan tema Perancis bisa dia-dakan bersama sekolah-sekolah dan lembaga lain. Jadi akan ma-kin banyak yang bisa terlibat da-lam pembelajaran Bahasa Peran-cis ini,” tambah Bu Riyantiarni.
Pensi terdiri dari penampilan menyanyi, membaca puisi, mu-sikalisasi puisi, dan memainkan drama Bahasa Perancis. Mereka bisa belajar dari prosesnya, serta dengan mengapresiasi karya te-man-teman mereka juga. Dan ditutup manis dengan kejutan ulangtahunnya salah satu pe-serta ujian praktik yakni Rika Karunia Laring Dina siswi kelas XII IPA. “Seneng banget bisa dapet kejutan, enggak nyangka pada inget sama ultahku, Kirain lupa, soalnya pas ujian juga hehehe. Semoga anak Namche bisa sukses bareng-bareng,” tutup Rika yang menampilkan nyanyian berba-hasa Perancis. (dap/man/ong)