ZAKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DI JAGA KETAT: Terdakwa Nk keluar dari mobil tahanan yang mem ba wa-nya dari Lapas Wirogunan Jogja, saat tiba di PN Bantul, kemarin (23/3).
BANTUL – Hukuman berat se per tinya sudah menanti terdak wa Nk dalam kasus penye-kapan dan penganiayaan yang dipicu per saingan gambar tato Hello Kitty. Dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pe ngadilan Negeri (PN) Bantul kemarin (23/3), jaksa penuntut umum (JPU) Heradian Salipi menuntut terdakwa yang masih ber usia 16 tahun itu dengan hu-kuman empat tahun penjara
Tuntutan hukuman ini sebetul-nya lebih ringan, karena separo dari orang dewasa. Meski be-gitu, tuntutan ini juga dinilai su dah setimpal mengingat ter-dakwa masih berusia di bawah umur.”Hukuman empat tahun penja-ra dipotong masa tahanan,” terang Heradian saat ditemui usai per-sidangan.Heradian berpendapat tuntu-tan hukuman berdasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan sebelumnya. Sebagaimana diketahui, dalam kasus penyekapan dan penyiksa-an terhadap Laras Aprilia Ari-sandi, Nk berperan menjemput sekaligus ikut melakukan penyiksaan. Dia juga berperan memasukkan botol ke dalam kemaluan warga Kadipolo, Se-dangtirto, Berbah, Sleman, itu. Meskipun dalang kasus ini ada-lah Ratih yang hingga sekarang masih buron bersama tiga pela-ku lainnya.
Heradian menyampaikan, Nk dijerat dengan dua pasal. Yaitu, Pasal 351 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 dengan hukuman mak-simal dua tahun delapan bulan penjara serta Pasal 333 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. Adapun Pasal 170 Ayat 1 dan 2 ke satu juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP tak digunakan JPU. Pertimbangan-nya, pasal tersebut merupakan alternatif Pasal 351.”Ini sesuai UU Peradilan Anak,” tegasnya.Di sisi lain, Pranowo, pendam-ping Nk dari Lembaga Perlin-dungan Anak Indonesia (LPAI) DIJ menilai tuntutan JPU ter-lalu berat. Toh dalam UU No 1/2012 tentang Sistem Peradilan Anak disebutkan hukuman penjara merupakan alternatif terakhir untuk terdakwa yang masih di bawah umur.
Untuk itu, kata Pranowo, dalam proses persidangan berikutnya pihaknya bakal mengajukan ple-doi. Salah satu materi yang akan disampaikan nanti adalah Nk bukanlah inisiator kasus penye-kapan dan penyiksaan. Dia ikut terlibat karena diperintah Ratih. “Dalam pledoi, kami juga akan mengupayakan hukuman reha-bilitasi bila memang dia dinyata-kan bersalah,” tandasnya.Seperti sebelumnya, persi-dangan kemarin juga menda-patkan pengawalan ketat pulu-han personel dari Polres Bantul. Majelis hakim persidangan yang berlangsung secara tertutup itu diketuai Intan Tri Kumalasari dengan dua hakim anggota, Bayu Soho Rahardjo dan Boyke BS Napitupulu. (zam/laz/ong)