TATANG GURITNO/EKSPRESI
DUET: Khalif dan Faizal Al Farizi.
ENGGAK pernah ada bayangan di benak M Khali-fah Sunnatullah dan Andika kalo mereka berdua bakal punya pengalaman seru di ajang Honda DBL Jogja 2015 D.I. Jogjakarta Series. Apalagi bayangan bakal meraih gelar First Place Journalist Competition.Semua berawal saat Khalif — begitu dia biasa dipang-gil diajakin kakak kelasnya, Andika untuk jadi pasangan-nya maju ikutan Journalist Competition. Andika men-jadi fotografer dan meminta Khalif di posisi writer. Eh ternyata Andika malah enggak lolos seleksi adminis-trasi. Dia pun minta Khalif yang jadi photografer, dan disuruh cari teman untuk jadi writer.Saat detik-detik terakhir pendaftaran, Khalif mene-mukan partner menulis, Muhammad Faisal Al Farisi. “Sebelumnya udah kenal Alfa, jadi enak, enggak canggung lagi. Apalagi kita sama sama cowok jadi lebih gampang buat menyesuaikan,” ujar Khalif.
Awalnya mereka enggak niat dan menganggap hanya kompetisi biasa. Tapi setelah tiga hari pertan-dingan dan keluar pemenang blog of the day, mereka jadi makin termotivasi dan terus upload foto serta naskah. “Kemarin kita mikirnya enggak muluk-muluk menang, apalagi sampe juara satu. Karena saat itu kita yang penting bisa raih salah satu sesi di photo of the day atau blog of the day aja udah lebih dari cukup,” ungkap Khalifah.Meski Khalif dan enggak asing dengan dunia jur-nalistik, tapi tetep aja dia ngerasa minder. Ditambah lagi kamera teman-temannya cukup canggih. ” Temen-temen jurnalis lain kameranya keren-keren. Lensa nya rata-rata pakai tele. Lha aku cuma pake Nikon D-200 dengan lensa kit,” paparnya.
Tapi saat dekat semi final dan final Khalif akhirnya merogoh kocek dalam-dalam untuk sewa lensa tele 80-200 di salah satu rental lensa seharga Rp 135.000 per 24 jam. “Aku sewa lensa tele dua hari, biar hasilnya lebih baik dari yang sebelumnya,” terang siswi kelas X ini.Meski persiapannya seadanya, Alfa enggak mau ketinggalan dengan yang dilakukan Khalif sampai rela sewa lensa. Saat menulis, Alfa terus mencari-cari tips-tips menulis di internet. Bahkan Alfa sampai kon-sultasi dengan guru Bahasa Indonesia di sekolah dan minta pertimbangan beberapa temen sebelum meng-upload naskah. “Khalif aja udah sampe rela sewa lensa gitu, masa aku mau santai-satai. Jadi aku usaha lebih biar bisa ngimbangin dia,” jelasnya.
Enggak banyak target yang mereka patok, cuma pengin sama-sama berikan yang terbaik. Alfa mau-pun Khalif ngerasa hasil yang mereka upload cuma pas-pasan. Mereka enggak cukup percaya diri kalo score hasil tulisan dan foto akan tinggi hingga bisa meraih gelar first place. “Enggak nyangka banget lah kalo akhirnya kita bisa jadi juara satu. SaatJour-nalist Camp kita selalu teriakin 10 YK eh alhamdu-lillah pas awarding 10 YK beneran yang juara,” imbuh Alfa. (mey/man/ong)