HERU PRATOMO/Radar Jogja
JADI CONTOH: Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kanan) didampingi Kepala Kanwil DJP DIJ Rudi Gunawan Bastari menunjukkan SPT pajak melalui e-filling, kemarin (24/3). 
 
JOGJA – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) DIJ melakukan jemput bola kepada gubernur, bupati dan wali kota di DIJ, dalam penyampaian surat pemberitahuan (SPT) pajak. Salah satunya melalui sistem pelaporan elektronik atau e-filling. Untuk kepentingan tersebut, kemarin (24/3), Kanwil DJP DIJ bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jogja mendatangi rumah dinas Wali Kota Jogja.
Kepala Kanwil DJP DIJ Rudi Gunawan Bastari mengatakan, pada 2015, pihaknya menargetkan pelaporan SPT melalui e-filling ini kepada 44 ribu wajib pajak (WP) di DIJ. Hingga akhir Maret ini, sudah sekitar 40 persen WP yang melaporkan SPT, termasuk para kepala daerah di DIJ.
Menurutnya, e-filling tersebut merupakan program DJP DIJ untuk memberikan kemudahan perpajakan, sehingga bisa lebih cepat, aman dan murah. “Dengan kepala daerah, termasuk wali kota melaporkan SPT melalui e-filling tersebut, sekaligus untuk memberi contoh ke masyarakat,” ujar Rudi.
Rudi menjelaskan layanan e-filling adalah suatu cara penyampaianSPTTahunan PPh secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website DirjenPajak,www.pajak.go.iduntukSPT
Tahunan Orang Pribadi.Dengan adanya aplikasi ini, memudahkan WP di mana saja dan kapan saja. “Untuk kepatuhan penyampaian SPT di DIJ ini, termasuk yang teratas di Indonesia,” terangya.
Di wilayah Kota Jogja, dari total wajib SPT sebanyak 61 ribu, 30 persen di antaranya sudah melaporkan SPT, baik secara manual maupun melalui e-filling. Sementara untuk target penerimaan pajak di Kota Jogja mencapai Rp 1,8 triliun, namun hingga 23 Maret kemarin baru terealisasi 12,5 persen. Rudi menjelaskan dari target tersebut, Rp 18 miliar berasal dari WP orang pribadi, sedangkan dari PPh pasal 21 atau potongan pegawai mencapai Rp 352 miliar. “Kami masih mengejar untuk WP pengusaha, yang dikenakan 1 persen dari pengusaha yang omzetnya minimal Rp 4,8 miliar per tahun,” terangnya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, pelaporan pajak melaui e-filling sangat memudahkan bagi WP. Tapi diakuinya untuk bisa mengakses e-filling butuh beberapa infrastruktur, seperti alat dan jaringan yang online. “E-filling ini merupakan terobosan untuk memudahkan masyarakat dan tidak perlu kertas lagi,” ujarmya. (pra/jko/Nr)