ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TERLALU BANYAK: Ruas jalan di Kabupaten Magelang banyak yang rusak. Salah satunya jalan yang menghubungkan Desa Srowol-Keji di Kecamatan Muntilan. Ini banyak dikeluhkan masyarakat. 
MUNGKID – Pengguna ruas jalan yang menghubungkan Desa Srowol-Keji di Kecamatan Muntilan harus berhati-hati. Peringatan ini menyusul kondisi salah satu jalan yang menuju Kantor Pemkan Magelang tersebut rusak parah.
Di kanan-kiri jalan, banyak lubang dan genangan air. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna jalan. Khususnya kendaraan bermotor.
Sejumlah pengendara motor pun mengeluhkan kondisi ini. Lubang jalan di sepanjang Desa Keji-Srowol ada yang besar dan kecil. Tak sedikit, kondisi jalan yang bergelombang.
“Lubangnya banyak dan tersebar. Pengguna jalan harus berhati-hati,” kata salah satu pengguna jalan Khoirul Alim, 24, kemarin (24/3).
Menurut Khoirul, rusaknya jalan hampir merata di sepanjang jalan dari Desa Keji-Srowol.Semakin hari, lubang jalan semakin besar. Ini dinilai mengganggu pengguna jalan yang melintas.Terlebih, ketika siang hari, jalan dipenuhi debu dan pasir yang berterbangan.
“Jika malam hari, minim sekali penerangan jalan. Semoga saja cepat ada perbaikan, karena rawan kecelakaan,” papar pria yang hampir setiap hari lewat jalur tersebut.
Warga Muntilan, Fahroni Nur, 26, menjelaskan, jalan tersebut diketahui rusak sejak 2010. Tepatnya, pascaerupsi Merapi, di mana jalan tersebut setiap hari dilalui truk pasir.Karenanya, beban jalan semakin hari terus bertambah.
“Jalan kemudian ambles dan mengalami retak-retak,” ungkapnya.
Warga setempat berharap, rusaknya jalan ini segera mendapat perhatian pemerintah. Selain perbaikan jalan, penerangan jalan juga perlu dipikirkan. Mengingat, beberapa waktu terakhir marak sekali aksi pembegalan.
Dikatakan Fahroni, ketika ruas jalan memiliki penerangan yang maksimal, pengguna jalan lebih tenang melintas daerah tersebut.
“Jalan itu merupakan salah satu jalan menuju kantor Pemkab Magelang di Mungkid. Mestinya kondisi jalan harus bagus tanpa lubang,” sarannya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerja Umum dan Energi Sumber Daya Mineral DPU dan ESDM Kabupaten Magelang David Rubiyanto mengatakan, rusaknya jalan karena sering dilalui truk bermuatan pasir. Pemkab Magelang berupaya memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Namun, proses perbaikan tengah dihentikan dan masih mengupayakan pengajuan bantuan dana ke kementerian terkait.
“Tahun lalu, sudah dikerjakan perbaikan, tetapi dari sekitar satu kilometer belum separo yang sudah diperbaiki,” ungkapnya.
Rencananya, upaya perbaikan jalan rusak dilanjutkan tahun ini. Ia berharap, bantuan dana dari kementerian segera turun dan kembali dilanjutkan. Selain memperbaiki jalan rusak, pihaknya juga memperbaiki saluran irigasi di sekitar jalan.
“Kami akan perbaiki jalan rusak sepanjang 1 km lebih dengan salurannya. Warga sebenarnya juga melarang truk pasir melintas di desanya. Semoga saja dana dari kementerian cepat turun,” kata David tanpa memperinci dana bantuan yang diajukan.(ady/hes/mga)