BANTUL – Persidangan terdakwa kasus Hello Kitty kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, kemarin (24/3). Kali ini, agenda persidangan adalah penyampaian pledoi dari Lem-baga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) DIJ yang selama ini dipercaya mendampingi terdakwa Nk selama menjalani persidangan.Di depan majelis hakim yang diketuai Intan Tri Kumalasari serta dua hakim anggota, yaitu Bayu Soho Rahardjo dan Boyke BS Napitupulu, tim pen-damping meminta agar terdakwa Nk tidak dijatuhi vonis hukuman penjara. Solusi terbaiknya adalah Nk cukup direhabilitasi.”Anak ini kan masih punya masa depan yang panjang,” terang Tim Pendamping Sapto saat ditemui usai persidangan.
Tim pendamping berkeyakinan hukuman penjara dapat berpengaruh besar terhadap psikis terdakwa. Saat ini saja, kata Sapto, terdakwa sudah kerap ketakutan dan melamun sendiri merenungi nasib yang akan menimpanya.Dalam nota pledoi setebal 13 halaman ini, pendamping juga memaparkan sejumlah fakta. Antara lain, Nk bukanlah inisiator kasus penyekapan dan penyik-saan terhadap Laras Aprilia Arisandi di indekos yang terletak di Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon per-tengahan bulan lalu. Nk ikut terlibat karena diperintah Ratih yang notabene dalang kasus ini.
Sapto mengakui kronologi dan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) memang sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hanya saja, Sapto menilai khusus kasus ini, JPU alangkah baiknya jika menekankan aspek sosiologis daripada materi sisi hukumnya.”Kita tadi juga meluruskan anggapan JPU mengenai korban yang masih trauma,” ungkapnya.Menurutnya, kondisi psikis Laras sudah membaik. Ini terbukti dengan aktivitasnya di media sosial Facebook. Sementara itu, JPU Heradian Salipi menghormati pembelaan yang disampaikan pendamping terdakwa Nk. “Kami menghormati pembelaan yang disampaikan. Tapi kita tetap pada dakwaan,” tegasnya singkat.Setelah penyampaian pledoi kemarin persidangan akan digelar kembali pada Kamis (26/3) mendatang. Sidang lanjutan pada pekan depan akan diisi dengan agenda pembacaan vonis. (zam/ila/ong)