FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BERUNTUNG: Wali Kota Sigit Widyonindito menyerahkan SK bagi CPNS di halaman belakang KantorPemkot Magelang. 
 
MAGELANG – SuratKeputusan (SK) calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur umum dan khusus tahun 2014diserahkanWaliKota Magelang Sigit Widyonindito kemarin (24/3). Penyerahan dilaksanakan di halaman belakang KantorPemkot Magelang, disaksikan Wakil WaliKota Joko Prasetyo,Sekda Sugiharto, dansejumlah pejabatlainnyadi lingkungan Pemkot Magelang.
Jumlah formasi CPNS yang mendapatkan SKberjumlah 56 orang formasi pelamar umum danseorang formasi khusus. Yakni, dokter spesialis THT.
“CPNS yang baru, saya tunggu pemikiran dan ide kalian. Harapan saya bisa total membantu pimpinan mensukseskan program, visi dan misi pemerintah,” pinta walikota.
Wali kota melanjutkan, untuk diterima menjadi CPNS persaingannya cukup ketat. Ia minta para pegawai baru bersyukur dengan menunjukan kinerja yang baik.
“Kepercayaan ini jangan disia-siakan. Abdikan diri kalian untuk masyarakat dan negara,” tegasnya.
Selain penyerahan SK CPNS, walikota juga menyerahkan SK kenaikan pangkat periode 1 April 2015 pada 164 pegawai.Setelah penyerahan SK, para CPNS diberi pengarahan Sekda SugihartodanBadan Kepegawaian Daerah (BKD) di ruang sidangSetda lantai 1.
Pada kesempatan tersebut, Sugiharto meminta para CPNS harus paham dulu aturan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.Menurutnya, kedisiplinan PNS merupakan keharusan yang dilaksanakan pegawai. Salah satunya dengan mematuhi aturan jam kerja.
Selain disiplin dan sikap, kinerja juga menjadi acuan penilaian bagi prestasi PNS.
“Jangan coba-coba lakukan tindakan indisipliner. Aturan tidak sekedar ada dan diketahui, namun harus betul-betul dilaksanakan. Tahun ini, kami pecat empat PNS karena tindakan indisipliner. Ini membuktikan, sanksi aturan tersebut tidak main-main,”tegasSekda.
Di hari yang sama, walikota mengukuhkan 137orangkader siaga trantib (KST)se-Kota Magelang di Pendapo Pengabdian.Acara dihadiri Kasatpol PP Provinsi Jateng M.Asrofi, Wakil WaliKota Joko Prasetyo, dan kepala SKPD.Dari 137 KST, 15 di antaranya perempuan. Jumlah KST di setiap kelurahan bervariasi, antara 9 – 15 orang.
“Tugas mereka selain membantu Satpol PP menegakkan perda dan menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat, juga membantu pembangunan disemua kampung agar berjalan seirama denganKota Magelang,”kata wali kota.
Menurutnya, partisipasi masyarakat untuk memiliki kampung dan kota yang tertib, aman, dan nyaman semakin tinggi.
“Saya meminta kondusivitas kampung dan Kota Magelang dijaga, sehingga pembangunan bisa berjalan lancar,”katanya.
Kasatpol PP Jateng M. Asrofi menerangkan, pada tahun ini, ditarget 10 dari 35 kabupaten/kota memiliki KST.KSTmerupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk terciptanya ketentraman dan ketertiban di tingkat kampung di semua kelurahan.Dijelaskan, Satpol PP dibentuk selain menegakkan perda, juga menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.
“Hingga sekarang jumlah personel Satpol PP masih minim. Maka perlu bantuan partisipasi masyarakat.Provinsi Jateng dengan jumlah penduduk sebanyak 34,6 juta jiwa, jumlah personel Satpol PP hanya1.872 orang. Jadi 1 anggota Satpol PPbertanggung jawabpada 18.522 orang,” jelasnya.
Kasatpol PP Kota MagelangRetno Rini S. melaporkan, tujuan dibentuknya KST untuk meningkatkan partisipasi masyarakat secara swadayaguna membantu terciptanya ketentraman dan ketertiban di masyarakat. Selain itu, memberikan informasi, jika terjadi pelanggaran perda.(dem/hes/mga)