LUMAJANG – Hujan disertai petir yang terjadi di kawasan Lumajang membawa petaka bagi para pecinta sabung ayam. Tiga orang yang baru saja selesai melakukan sabung ayam tewas tersambar petir di Dusun Kuwung, Desa Boreng, Kecamatan Lumajang. Sedangakan tujuh orang lainnya terluka. Selain tiga korban tewas, empat korban luka dibawa ke unit gawat darurat (UGD) RS Daerah dr Haryoto Lumajang.
Mereka tersambar petir setelah melakukan judi sabung ayam sejak Selasa siang (24/3). Mereka kemudian menghentikan sabung ayam sekitar pukul 17.00 karena hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir.
Tiga korban tewas itu adalah Nikmah, 40, warga Klakah; Sukran, 50, warga Desa Klumprit Suko, Kecamatan Sumbersuko; dan Matosi, 40, warga Kampung Baru, Kelurahan Tompokersan, Lumajang. Tiga orang tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit dr Haryoto Lumajang.
Sementara itu, satu di antara tujuh orang lainnya yang tersambar petir mengalami luka cukup parah. Dia adalah Muki, 45, warga Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang. Hingga kemarin Muki masih dirawat di RSD dr Haryoto Lumajang.
Hendro Wahyono, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Logistik BPBD Lumajang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya, pihaknya kesulitan mendapat informasi detail terkait dengan musibah tersebut. ”Warga di sana bungkam. Sepertinya memang mereka menutup-nutupi kejadian itu,” lanjut Hendro.
Hendro menambahkan, sebenarnya ada beberapa lagi korban yang tersambar petir. Sebab, saat kejadian, orang-orang bergerombol di satu tempat. ”Sebenarnya korbannya lebih banyak. Orang-orang yang tidak tercatat itu hanya pingsan. Luka ringan saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Umar, warga Krajan Dawuhan Lor, mengaku mengetahui lokasi tempat kejadian. Dia menyatakan, memang benar tempatnya berada di tengah ladang. ”Di tengah tegalan, bukan di dalam ruangan,” kata Umar.
Ketika kemarin sore hujan disertai petir datang, mereka lari ke bawah pohon besar untuk berteduh. Saat itu mereka menonĀ­ton sabung ayam. Kemudian, hujan turun dan tiba-tiba petir menyambar sehingga mereka langsung berusaha berteduh. (JPNN/c19/bh)