SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
BELUM KONSISTEN: Salah satu pemain PSS Sleman berusaha melewati hadangan pemain PIM Maguwoharjo dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, kemarin (25/3). Dalam laga ini PSS Sleman menang dengan skor 5-0. 
SLEMAN – Langkah anak-anak PSS Sleman dalam menjalani partai uji coba melawan tim le-vel bawah, belum menunjukkan jati diri yang diharapkan. Para pemain belum konsisten dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Meski demikian, Pelatih Jaya Hartono mengklaim, timnya sudah terbentuk 80 persen.Dari jalannya pertandingan yang digelar di Maguwoharjo Rabu sore (25/3), tim pertama PSS Sleman berhasil menumbangkan PIM Maguwoharjo dengan skor 5-0. Namun pada pertandingan kedua saat menjajal Persak Kentungan, PSS hanya bermain imbang 1-1.Jaya menilai memang ada per-bedaan kualitas antara tim per-tama dan tim kedua. Pelatih berdarah Medan ini banyak me-nyoroti lini tengah tim di pertan-dingan kedua saat ditahan seri Persak Kentungan.”Memang tim kedua tidak sebaik tim pertama. Kami tidak memi-liki playmaker pengatur di skuad ke dua.
Dengan hasil ini kira-kira sudah 80 persen tim terbentuk,” kata Jaya usai pertandingan.Pada pertandingan melawan PIM Maguwoharjo, lini tengah PSS Sleman yang dikomandoi Ahmad Sembiring tampil mendominasi.Ini dibuktikan dengan gol yang dicip-takan oleh M Rifki, Diego Banowo, Ahmad Sembiring, Aris Alfiansyah dan sebiji gol bunuh diri.Perpaduan empat gelandang M Rifky, Sembiring, Dicky Prayoga dan Voller Ortega memapu men-ciptakan sejumlah peluang di garis gawang PIM Maguwoharjo. Namun sayang, terdapat sejumlah peluang yang tidak dapat diman-faatkan striker PSS, Aris Alfian-syah dan Diego Banowo.
Sementara hasil kontradiktif di-raih oleh tim kedua. Perombakan tim secara besar-besaran, mem-buat permainan tim PSS menjadi melempem. Melawan tim dengan level di bawah, PSS justru keco-longan terlebih dahulu, dan baru bisa menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, 1-1.Jaya mengatakan, di tim kedua, lini tengah tidak menemukan sosok pengatur serangan. Se-hingga, sering kali terjadi salah umpan dan kehilangan bola. “Nantinya, tetap akan dievaluasi. Bagaimana pun, saya tidak akan membeda-beda pemain,” jelasnya.Pertandingan kemarin men-jadi bekal Jaya untuk melawan PSBK Blitar Sabtu (28/3). “Untuk melawan PSBK, tim dicampur,” ujarnya. (bhn/jko/ong)