GUNAWAN/RADAR JOGJA CEGAH TBC: Perwakilan Puskesmas menerima penghargaan dari Wakil Bupati Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Selasa (24/3)
GUNUNGKIDUL – Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Gunungkidul, mulai mewaspadai penyebaran penyakit TBC. Pasalnya, penderita penyakit menular ini mengalami peningkatan signifikan sejak tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data PPTI Gunungkidul, pada 2013 total yang diobati sebanyak 447 orang. Sedangkan di 2014 mencapai 448. Kemudian hasil rekap per November 2014 hingga Maret 2015, tercatat sebanyak 64 orang teridentifikasi suspect TBC. Lima di antaranya sudah dinyatakan positif.
“Sehingga sekarang kami mengggencarkan sejumlah program penanggulangan. Tahun ini kami juga mencanangkan gerakan serentak penanggulangan TBC,” kata Ketua PPTI Gunungkidul Eko Subiantoro di sela-sela Workshop Peringatan Hari TBC di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, baru-baru ini (24/3).
Dia menjelaskan, tahun ini sekaligus akan membentuk 30 relawan. Sehingga orang yang terduga teridentifikasi TBC bisa ditemukan dan disembuhkan. Dalam melakukan penemuan tersebut relawan juga bekerja keras, termasuk melakukan uji laboratorium. “Bagi relawan yang mendapatkan indikasi penderita TBC mendapat reward Rp 25 ribu, sementara jika menemukan penderita rewardnya Rp 50 ribu per orang,” terangnya.
Menurut Eko, program bagi-bagi bonus tersebut bukan gagasan dari pemkab atau pusat, melainkan berasal dari Global Fund (GF). GF sendiri merupakan sebuah mekanisme yang dibentuk oleh PBB untuk menghimpun dana bantuan global untuk menangani tiga penyakit, salah satunya TBC.
“Bila memang ditemukan sudah positif, dilakukan penanganan secara bertahap sesuai dengan kondisi pasien. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran diri untuk memeriksakan diri ke Puskesmas. Langkah ini sebagai salah satu bentuk pencegahan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, pemahaman masyarakat terkait ancaman penyakit TBC masih cukup rendah. Oleh sebab itu, penanggulangan penyakit berbahaya ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemkab memberikan dukungan penuh untuk program pemberantasan penyakit TBC. “Selain TBC pemkab juga menaruh perhatian besar dalam menangani HIV/AIDS,” kata Immawan. (gun/ila/mga)