YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
NAHAS: Petugas Tim Forensik Polres Sleman saat memeriksa korban angin puting beliung, kemarin (25/3).
SLEMAN – Musibah angin puting beliung memporakporandakan sebagian wilayah Kabupaten Sleman, kemarin (25/3). Sedikitnya 21 unit rumah dilaporkan rusak, dan tiga orang dalam satu keluarga tewas akibat tertimpa bangunan.Adalah keluarga Sutadi, 60, warga Dusun Temanggung, Tam-bakrejo, Tempel, Sleman yang menjadi korban amukan puting beliung yang terjadi pukul 15.15 WIB kemarin itu. Sutadi harus kehilangan tiga anggota keluar-ganya, ditambah lagi seorang cucunya, Bintang Amalia Sufi, 9, yang harus dirawat di RSUD Mu-rangan karena mengalami luka serius di bagian kepala
Tiga korban yang tewas, adalah Tanti Yuliana, 54 (istri Sutadi); Theresia Widiastuti, 50 (adik Tanti), dan Sukilah,30 (menan-tu Sutadi). Tanti dan Theresia meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Sukilah menghem-buskan nafas terakhirnya di RSUD Murangan.Informasi yang dihimpun Ra-dar Jogja di lokasi kejadian, se-lain tembok, atap dan langit-langit dapur rumah Sutadi am-brol, sehingga menimpa korban yang ada di bawahnya. “Kejadiannya sangat cepat. Saat itu, korban sedang memasak untuk keperluan katering bagi pelanggan sehari-hari,” kata Kepala Pelaksana Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito.Korban tak menyadari jika kondisi di luar rumah sedang bertiup angin kencang. Semula, angin menerjang tembok hing-ga roboh. Disusul runtuhnya atap dan langit-langit, karena tembok penyangga roboh.”Reruntuhan atap dan tembok itu langsung menimpa para kor-ban, yang saat itu sedang me-nyiapkan makanan untuk kate-ring,” lanjutnya.
Sukilah sempat dilarikan ke rumah sakit karena kritis. Namun, nya-wanya tak tertolong akibat pen-darahan berat di bagian kepala.Hingga tadi malam, suasana duka masih menyelimuti rumah Sutadi. Warga pria dewasa ber-gotong royong membersihkan puing-puing. Sedangkan ibu-ibu mengurus jenazah dan menyiap-kan dapur umum. Sutadi sen-diri belum bisa ditemui. Salah seorang warga menutur-kan, Sutadi mengalami shock berat dan tak mau banyak bi-cara. “Bisa dimaklumi, beliau sangat shock. Dia belum bisa menerima peristiwa yang me-nimpa kelurganya,” katanya.
Pantauan di sekitar Tempel, angin puting beliung juga me-numbangkan puluhan pohon dan tiang listrik.Beberapa batang melintang di jalan alternatif yang menghu-bungkan Dusun Gendol dan Temanggung, sehingga menutup akses. Jalan baru terbuka setelah batang pohon disingkirkan dengan cara dipotong-potong oleh tim SAR dan BPBD, serta relawan. Angin juga menyapu wilayah Turi, Seyegan, Minggir dan se-bagian Sleman. “Sedikitnya 15 rumah lain rusak parah, sisanya rusak ringan,” kata Julisetiono.Di Seyegan, angin kencang melanda Desa Margodadi. Te-patnya di Dusun Kurahan IV. Pohon jati tumbang menimpa teras rumah Pardinah, 66. Ne nek itu mengaku mengalami keru-gian Rp 7 juta. Di Dusun Japanan, rumah rusak dialami Setiyo Utomo,50, setelah tertimpa po-hon Jowo. Kerugian Rp 700 ribu.
Kerugian juga dialami Suryono, 65, warga Ngino, Margoagung. Rumahnya tertimpa pohon ke-lapa. Tak ada korban jiwa di wilayah tersebut.Sementara itu, satu relawan dari Peduli Merapi, Kelik, dila-porkan terjatuh saat melakukan evakuasi. Tadi malam, relawan ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pantirapih Jogja. Sedangkan korban luka bertambah satu, atas nama Ny Ashar Budiwati, 38.Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu segera bertolak menin-jau lokasi kejadian, sesaat setelah mendapat laporan BPBD. Keduanya berpesan kepada masyarakat agar was-pada dan siaga menghadapi bahaya angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (yog/jko/ong)