GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul tahun ini kembali meneruskan proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Persoalan anggaran sepertinya mulai ada titik terang. Kali ini, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah mengajukan proposal melalui Dana Keistimewaan (Danais).
Kepala DPU Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, di 2015 jalur yang bakal digarap yakni melanjutkan ruas jalan Girisekar-Legundi, Panggang dan Duwet, Jerukwudel-Girisubo yang berbatasan dengan Pracimantoro.
“Saat ini sudah tahap pembuatan proposal dan pengukuran awal. Proposal dan pengukuran awal. Untuk lampiran berkas permohonan Izin Pembebasan Lahan (IPL) dikeluarkan oleh Gubernur DIJ HB X,”.
Dia menjelaskan, lebar ruas jalan JJLS sepanjang 40 meter. Untuk Girisekar-Legundis dengan panjang tujuh kilometer menggunakan anggaran Danais sebesar Rp 16 miliar sementara di Pedukuhan Duwet, Jeruk Wudel, Girisubo dengan panjang 15 kilometer Rp 35 miliar. “Ditargetkan tahun ini bisa selesai,” ujarnya.
Disinggung kemungkinan munculnya calo lahan, pihaknya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Pemkab selalu melakukan klarifikasi pada camat dan kades setempat. Lebih luas dikatakan, untuk total target JJLS di Gunungkidul sendiri panjangnya mencapai 82 kilometer. Sedangkan yang sudah dibangun sepanjang 33 kilometer. “Sementara tahun ini ditarget pembangunan mencapai 22 kilometer,” terangnya.
Dia mengakui, target tahun ini cukup fantastis karena pada tahun-tahun sebelumnya pemkab hanya mampu membangun sepanjang dua kilometer saja. “Ya berani menarget 22 kilometer berkat Danais,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Perencanaan dan Pengawasan Binamarga DPU Gunungkidul Wadiyana mengatakan, kemarin petugas mulai turun ke lokasi untuk menentukan titik pematokan lahan. Petugas mendatangi ruas jalan Girisekar-Legundi, Panggang.
“Namun kami tidak bisa menyampaikan berapa nominal anggaran pembebasan lahan, karena memang bukan kewenangan kami,” kata Wadiyana.
Sebelumnya, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Supriyadi mengatakan, panjang JJLS yang melintasi wilayahnya mencapai 88 kilometer. Untuk pembebasan lahan, membutuhkan anggaran cukup besar, nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. “Untuk itu kami mengajukan anggaran sebesar Rp 300 miliar melalui dana keistimewaan untuk menyelesaikan pembebasan lahan JJLS,” kata Supriyadi. (gun/ila/mga)