ASTRI AGUSTIN AYUDIANI
SUKA menari sejak kecil, menjadikan Astri Agustin Ayudiani semakin serius di dunia seni tari hingga saat ini. Bagi Astri, panggilan akrab-nya, tari adalah segala-galanya. “Bagi saya, tari ini sudah menjadi bagian dari hidup. Ini menjadi sumber kehidupan saya,” katanya mengawali wawancara dengan Radar Jogja, kemarin (25/3).Berprofesi sebagai sorang penari, memang sudah menjadi cita-cita Astri. Keseriusan merin-tis profesi tersebut, ia buktikan dengan menge-nyam pendidikan tari di Jurusan Seni Tari In-stitut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta
Diakuinya, kegemaran meliuk-liukkan tubuh dalam pola ter-tentu tersebut, sudah dilakukan sejak kecil. Bahkan, gadis asal Kudus, Jawa Tengah ini, dalam pendidikannya selama ini, me-milih sekolah yang memiliki bidang tari.”Dengan menari, saya men-jadi bebas mengeluarkan eks-presi. Sebab gerakan-gerakan dalam tarian tersebut, terlahir melalui sebuah ide dan me ngan-dung cerita,” ungkapnya.Bahkan ia berkeyakinan, meng-geluti dunia tari, bukan sekadar hobi. Namun merupakan pang-gilan hati yang akan terus dija-lani. “Ini lah yang menjadikan tari kelak sebagai bagian untuk menunjang hidup,” lanjut pe-rempuan yang juga bercita-cita menjadi dosen tari ini.Dia menuturkan, dalam me-nari, memiliki tantangan tersen-diri.
Tantangan tersebut antara lain ada pada cara menuangkan ide dan konsep gerakan tari yang ada di kepala untuk diaplikasikan dalam bentuk gerakan tari.Gadis berzodiak Leo ini dengan tegas mengatakan, jika ingin menjadi seorang penari, yang pa ling utama adalah harus memi liki kemauan, terus belajar, dan serius. “Dunia seni tari kedepan akan semakin ber-kembang dan menjadi profesi yang dapat diandalkan,” ung-kapnya optimistis.Meski tari sudah menjadi darah daging kehidupan, diakui olehnya, bahwa terkedang ke-jenuhan menjalani profesi ter-sebut melanda. Tak jarang diri-nya merasa bosan dan jenuh dengan jadwal latihan dan per-tunjukan tari yang padat.”Kalau gejalan bosan mulai datang, biasanya pelarian saya adalah jalan-jalan bersama te-man-teman untuk menghilang-kan penat sejenak,” katanya. (bhn/jko/ong)