Artika Amelia Master of Ceremony dan Penyiar Radio

Dibalik sosok periang dan mandiri Artika Amalia sangmaster of ceremonydan penyiar radio ini ternyata masih tersimpan sifat manja kepada sang Ibu.
Ketika masih bersama orangtua sampai bangku sekolah menengah atas Artika lebih memilih menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Apalagi ketika hari libur, hal yang paling ditunggu-tunggu adalah jalan ke ke pasar bareng Ibu dan adek-adek beli keperluan rumah dan bawain belanjaan.
Atau ketika akan berangkat sekolah, sambil siap-siap entah pakai sepatu, nonton TV sebentar atau entah nata jadwal Ibu selalu ngikutin sambil bawa piring untuk di suapin ke anak-anaknya. Jadi Ibu ngikutin kemana kita jalan. Walaupun hidup 3 bersaudara dan sebagai anak pertama namun Ibu memperlakukan kita sama. Ya disuapin ya diladenin ini itu.
Tak jarang ketika lagi masa-masa ujian kita bareng-bareng membantu Ibu mengkoreksi jawaban pilihan ganda. Walaupun kita kadang malah ngerecokin Ibu kerja tapi Ibu sama sekali nggak pernah marah.
Tak hanya sampe disitu, walaupun harus jauh dari orangtua karena harus menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Yogyakarta namun hal ini tak melunturkan sifat manjanya dengan sang Ibu. Telfon dan SMS hampir tak pernah absen setiap harinya untuk bercerita aktivitas yang dilakukan setiap harinya.
Bahkan sampai sekarang walaupun sudah bersetatus sebagai Ibu juga hal tersebut masih dilakukannya. Telfon cerita sana sini kadang sambil momong anak sudah menjadi kebiasaan. Bahkan banyak nanya ke Ibu kalau semisal anak harus dikasih makan apa, atau kalau lagi sakit panas ini obat pertamanya gimana banyak lagi demi perkembangan cucunya ini.
Namun ketika Ibu berkunjung ke Jogja sifat ke Ibuan mendadak luntur menjadi manja lagi. Bahkan Ibu selalu menggantikan mengasuh anaknya dan terkadang kalau kita lagi makan Ibu masih suapin.
(mey/man/Nr)