ANGIN kencang yang berhembus akhir-akhir ini, diprediksi akan ber-langsung hingga April mendatang. Karena itu, bagi warga yang memi-liki pepohonan yang tinggi, besar, dan berpotensi tumbang, diimbau segera dipangkas Kepala Seksi Data dan Infomrasi Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ Teguh Prase-tyo mengatakan, jika melihat per-kembangan cuaca yang ada saat ini, angin kencang masih bisa terjadi hingga April, dengan kecepatan yang lumayan kencang.”Pancaroba ini biasanya disertai dengan angin kencang. Angin ken-cang tersebut dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam, dan ini berpotensi terjadi hingga April nan-ti,” katanya, kemarin (26/3).Menurut dia, pada saat pancaroba, biasanya pergantian suhu juga drastis
Siang panas, menjelang sore hujan. “Sebelum hujan, biasanya disertai dengan angin kencang itu. Yang terjadi di Sleman ke-marin juga demikian,” ujarnya.Teguh menjelaskan, kecepatan angin pada masa pancaroba tergolong kencang, yakni berki-sar 40-45 kilometer per jam. “Kecepatannya tergolong ken-cang, bisa merobohkan pohon, tiang, bahkan rumah,” tuturnya.Karena itu, dia mengimbau kepada warga untuk mening-katkan kewaspadaan. Langkah preventif yang bisa dilakukan, antara lain tidak berteduh di bawah pohon rindang atau bangunan yang rawan ambruk. “Sebaiknya juga menghindari bepergian,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Ben-cana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, dalam kurun tiga hari terakhir ini, angin kencang melanda 15 daerah.”Saat musim pancaroba, maka ancaman puting beliung me-ningkat,” tulisnya dalam BBM kepada wartawan.Sutopo mengatakan, terhitung 23-25 Maret 2015, puting beliung sudah melanda 15 daerah, yaitu di Kabupaten Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Kulonprogo, Sragen, Sukabumi, Sleman, Treng-galek, Demak, Purwokerto, Gunungkidul, Lampung Utara, Pekanbaru, dan Bengkulu Tengah.”Dampaknya 3 orang mening-gal di Sleman, serta lebih dari 215 rumah rusak dan ratusan pohon tumbang,” jelasnya.
Dia mengingatkan, puting be-liung merupakan ancaman ben-cana yang nyata dan hampir tiap tahun terjadi. Bahkan, dari ca-tatannya, sejak 2007 sampai 2014 lalu, terus mengalami pening-katan. Tahun 2007 hanya 47 kejadian, dan tahun lalu terda-pat 512 kejadian. Selama enam tahun terakhir, jumlah bencana puting beliung sekitar seperem-pat dari seluruh kejadian ben-cana di Indonesia.”Selama Januari-Maret 2015, data sementara ada 215 keja-dian puting beliung,” jelasnya.Dia meminta masyarakat was-pada. Puting beliung umumnya hanya sesaat, kurang dari 10 menit. Saat awan hitam di la ngit, kemudian datang angin kencang yang disusul hujan deras, usa-hakan tidak berada di sekitar pohon, papan reklame, atap bangunan yang kurang kuat.”Sebaiknya berlindung di dalam bangunan yang kokoh,” sarannya. (eri/jko/ong)