JOGJA – Pelaksanaan ujian nasional (Unas) memang baru akan digelar 13 April mendatang. Meski demikian, se-mua persiapan sudah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja
Bahkan disdik kota sudah memastikan siap menggelar unas, baik untuk tingkat SMA sederajat, SMP hingga paket A, B dan C.Kepala Dinas Pendidikan (Dis-dik) Kota Jogja Edy Heri Suasa-na mengatakan, segala persiapan unas sudah dilakukan. “Kami sudah siap menggelar unas,” katanya singkat.
Lebih jauh dijelaskan, kompo-sisi penentuan kelulusan siswa pada tahun ajaran 2014/2015 di DIJ mengalami perubahan. Kelulusan siswa akan ditentukan berdasarkan nilai ujian sekolah dan rata-rata rapot dengan bobot sama, yaitu 50:50. Rerata nilai rapot tidak lagi dihitung mulai semester I hingga V, tapi dari semester III hingga V. Perubahan tersebut sudah di-sepakati seluruh kepala sekolah di Kota Jogja. “Ada sedikit peru-bahan dalam bobot penilaian, yaitu rata-rata nilai rapot dihitung mulai dari semester III, bukan dari semester I,” terangnya ke-marin (26/3).
Sementara nilai unas tidak lagi mempengaruhi kelulusan siswa. Dikatakan, total peserta unas tahun ajaran 2014/2015 di Kota Jogja untuk SMA 6.375 siswa, SMK 5.139 siswa, SMP 8.661 siswa, peserta Ujian Paket A 56 peserta, Paket B 159 peserta, dan Paket C 398 peserta. Pelaksanaan unas dengan com-puter based test (CBT) untuk SMK dijadwalkan dilakukan selama empat hari, mulai 13 April hingga 16 April dengan empat mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Mate-matika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sementara untuk paper based test (PBT) akan digelar pada 13-15 April untuk SMA/MA, sedang-kan untuk SMP/MTs akan dige-lar pada 4-7 Mei. Unas susulan akan digelar satu pekan setelah ujian utama.Edy mengaku, sudah mene-rima hasil verifikasi dari Pusat Penelitian Pendidikan (Puspen-dik) yang menyatakan 19 SMK negeri dan swasta di Kota Jogja bisa melaksanakan unas CBT. “Hasil verifikasi sudah keluar. Jumlah sekolah yang dinyatakan bisa menjalankan ujian nasional menggunakan sistem ‘computer based test’ (CBT) tetap 19 se-suai usulan verifikasi, namun ada nama satu sekolah yang berbeda,” kata Edy.
Dari hasil verifikasi, terdapat satu sekolah yang masuk usulan, tetapi tidak ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara unas CBT. Namun ada satu sekolah yang tidak masuk usulan verifikasi, tapi ditetapkan sebagai penyel-enggara UN CBT. “Akan kami usulkan lagi, agar sekolah ber-sangkutan bisa juga melaksana-kan unas online,” terangnya.Disdik Kota Jogja juga sudah menyurati PT PLN untuk tidak melakukan pemadaman selama pelaksanaan unas, baik dengan CBT maupun PBT. Pada H-3 unas CBT, seluruh sekolah penyelen-ggara akan diminta untuk men-gunduh paket soal dari server nasional untuk ditempatkan di server milik sekolah. Unas on-line akan dilakukan dengan konsep intranet. “Siswa cukup mengakses laman sekolah untuk mengerjakan soal ujian, sehingga tidak mem-bebani server nasional. Tiap peserta pun akan memperoleh paket ujian yang berbeda-beda,” katanya. (pra/jko/ong)