FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
DILAKUKAN RUTIN: Razia pada pelajar dilakukan tim gabungan. Belasan pelajar diamankan petugas dari Disdik, Badan Kesbangpolinmas, Satpol PP, dan Kepolisian tersebut.

Kerap Nongkrong, yang Tertangkap Siswa SMK

Razia pada pelajar dilakukan tim gabungan. Ini terdiri dari petugas dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Kesbangpolinmas, Satpol PP, dan Kepolisian. Sasarannya, mereka yang sering bolos sekolah.
FRIETQI SURYAWAN, Magelang
RAZIA rutin pada pelajar cukup berhasil. Belasan siswa dari berbagai sekolah digiring ke kantor Disdik Jalan Sentot Ali Basah da-lam razia rutin sebulan dua kali tersebut. Sebagian besar pelajar yang tertangkap adalah siswa SMK. Mereka ditemukan di sejumlah tempat. Seperti playstation, game online, tempat nongkrong, dan jalanan.Petugas sempat kesulitan saat hendak mengamankan pelajar yang keseluruhannya laki-laki tersebut. Tempat-tempat itu dija-jaki petugas, setelah mendapati laporan dari warga yang resah dengan keberadaan pelajar yang bolos.”Ada satu rumah di Wates, Magelang Utara, dekat Sungai Elo yang sering dijadikan tem-pat tongkrong pelajar pada jam sekolah. Pas kami sisir ke sana ternyata benar. Ada ba-nyak sekali pelajar bolos, tetapi hanya satu orang yang tertangkap,” ungkap Djaka Tavip, staf Dikdas Dinas Pendidikan Kota Magelang kemarin (26/3).
Di rumah kosong tersebut, seringkali di-jadikan tempat nongkrong para pelajar bolos. Lebih mirisnya lagi, pelajar perem-puan sampai tidak berani melewati tempat tongkrongan, karena sering diperas.”Siswi yang mau lewat situ tidak berani. Ka-tanya, mereka sering meras,” imbuh Djaka.Dari sekian banyak tempat yang dida-tangi tim gabungan, paling banyak pelajar ditemukan di tempat-tempat game online dan playstation. Bahkan, Djaka mengakui salah satu pemilik playstasion mencoba mengelabui petugas dengan menyembu-nyikan para siswa di toilet
“Ada satu tempat PS di Ka-rangwuni, Kupatan, Magelang Utara, pemiliknya menyembu-nyikan pelajar di toilet. Kami yang curiga karena ada banyak se-patu anak sekolah, paksa masuk dan mendapati ada empat pelajar sembunyi di WC,” ungkapnya.Ia menambahkan, target ope-rasi yang dilakukan meliputi seluruh warnet dan tempat hi-buran permainan ketangkasan yang ada di Kota Magelang. Ber-dasar laporan masyarakat, tem-pat-tempat tersebut terbilang sering digunakan untuk tempat membolos pelajar.”Mereka yang tertangkap lang-sung kami bawa ke kantor Disdik dan diberikan pembinaan. Kami catat datanya. Selanjutnya akan kami panggil juga guru atau ke-pala sekolah agar lebih tertib dalam melakukan pengawasan,” imbuhnya.
Ditambahkan Parjono, staf Dikdas lainnya, ada 12 pelajar berseragam yang terjaring dalam razia. Mereka yang tertangkap mengaku membolos dari seko-lah dan menghabiskan waktu dengan bermain game di warnet, PS, dan tempat nongkrong.Tak hanya merazia, pihaknya juga memberikan teguran pada para pemilik warnet dan arena permainan ketangkasan. Seha-rusnya, pemilik bisnis tersebut harus tegas melarang para pe-lajar berseragam masuk saat masih jam pelajaran sekolah.Salah satu pelajar yang terazia, Solikhin, 17, mengaku, dirinya baru pertama kali membolos. Ia beralasan saat berangkat ke sekolah, tiba-tiba merasa sakit gigi dan meminta temannya untuk melayangkan surat izin pada guru.”Pas mau berangkat tiba-tiba sakit gigi. Makanya enggak jadi berangkat sekolah, tapi sudah izin lewat teman,” akunya.Siswa kelas XI ini sempat kaget, karena sejumlah petugas Satpol dan polisi mendatanginya di tempat nongkrong. Awalnya, ia ada bersama teman-temannya. Namun, hanya dirinya yang ter-tangkap. “Saya ikut lari tapi jatuh,” katanya. (*/hes/ong)