HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SUGRIWO-SUBALI: Sendratari Sugriwo-Subali dipentaskan di ecara utuh di kompleks Gua Kiskendo, tempat legenda itu mengakar kuat di masyarakat Jatimulyo, Girimulyo.
KULONPROGO – Gua Kiskendo merupakan salah satu destinasi wi-sata di Kabupaten Kulonprogo. Objek wisata yang satu ini menawarkan pa-norama perut bumi yang sangat indah nan menakjubkan. Dihiasi stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun dengan berbagai ornamen. Gua Kis-kendo juga telah ditetapkan sebagai salah satu geoheri-tage di DIJ.Keberadaan Gua Kiskendo semakin lengkap dengan legenda yang sudah ber-kembang lama di masyarakat setempat. Yakni legenda pertem-puran antara tokoh Maesa Suro-Lembu Suro melawan kakak beradik Sugriwo-Subali. Setiap pengunjung akan dikuras rasa penasarannya, ka-rena kisah Sugriwo-Subali itu seperti nyata terpapar dalam relief-relief gua. Gua Kiskendo terletak di Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Jarak tempuh-nya sekitar 38 kilometer dari kota Jog-jakarta atau sekitar 21 kilometer dari kota Wates.
Bagi pelancong yang singgah ke Kulonprogo, belum lengkap rasanya jika belum menyambangi objek wisata yang satu ini. Terlebih pemkab setempat tengah getol menggarap potensi Gua Kiskendo. Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto War-doyo, Sp.OG(K) dengan sangat jeli telah melirik kekayaan alam di desa Jatimulyo itu. Potensi wisata Gua Kiskendo akan segera terangkat, se-telah ragam cara dan rencana, disusun sedemikian rupa.Mengandeng warga khususnya para seniman lokal, dan meminta ban-tuan para pakar seni dari LPM ISI Jogjakarta, lahirlah Sendratari Sugriwo-Subali. Sendratari Sugri-wo-Subali bahkan sudah dip-entaskan secara utuh di kom-pleks Gua Kiskendo, tempat legenda itu mengakar kuat di masyarakat, Minggu (22/3) lalu. Seperti melihat benih tanaman yang berhasil tumbuh subur dan bersemi, Bupati Hasto tak henti-hentinya meng-ucapkan rasa syukur dan selamat ke-pada warga Kulonprogo. Khususnya masyarakat sekitar kompleks Gua Kis-kendo atas sendra tari tersebut.
Hasto menambahkan, dalam penam-pilan perdana tentu masih apa yang perlu diperbaiki. Namun orang nomor satu di Kulonprogo ini mengaku opti-mistis, kedepan pasti akan lebih bagus dan bisa lebih meriah lagi. “Menghargai sebuah proses, saya bersyukur karena ikon atau identitas baru itu telah lahir dan terwujud di Jatimulyo, Girimulyo. Terima kasih kepada ISI, karena saya tahu meng-garap sendratari ini perlu dengan ilmu, tidak bisa hanya mengandalkan lokal genius saja,” ungkapnya.Menurut Hasto, Gua Kiskendo me-nyimpan panorama alam yang luar biasa indah. Bahkan untuk pementasan tari kolosal, semua tersaji sangat na-tural dan sangat mengena. Gua Kis-kendo, dengan latar belakang Gunung Kelir dan Watu Blencong, sangat indah dan melekat sekali dengan ruh tari Sugriwo-Subali. “Mulai saat ini, Jatimulyo tidak hanya memiliki incling dan jathilan, tapi punya sendratari Sugriwo-Subali yang lahir dari lokal jenius. Jika Sleman punya sendratari Ramayana, Kulon-progo punya Sugriwo-Subali,” ucap Hasto. (tom/ila/ong)