RINY HANDA FOR RADAR JOGJA
RINY HANDA
MESKI dalam profesi yang berbeda, Riny Handa merasa seperti wartawan. Berkecimpung dalam organisasi Perkumpulan Keluarga Be-rencana Indonesia (PKBI) Gunungkidul, ham-pir setiap hari, dia melakukan wawancara
Hasilnya pun langsung ditulis. Bedanya, kalau wartawan tuli-sannya langsung dimuat untuk konsumsi publik (pemberitaan), namun yang dilakukan Riny, panggilan akrabnya, untuk di-buat laporan.Riny menuturkan, keberadaan komunitas marginal di Gunung-kidul, telah menggugah naluri-nya untuk berprofesi seperti saat ini. Menurutnya, komunitas yang terpinggirkan dari kehidupan masyarakat, harus ditangani serius. Untuk itu, pada 2006, dia memutuskan untuk bergabung dengan salah satu organisasi sosial.Riny memilih terjun ke PKBI Provinsi DIJ. Waktu itu, tugas perdananya adalah menjadi relawan di pengorganisasian remaja jalanan, tepatnya pada September 2006. “Motivasi awal saya masuk PKBI DIJ karena isu yang diusung berbeda, dan me-nantang. Program-programnya bersinggungan dengan komu-nitas termarginalkan, sehingga menjadi tantangan dan sema ngat untuk bisa berbagi informasi dengan mereka,” kata perem-puan kelahiran Jogjakarta 29 Maret itu.
Menurut dia, visi PKBI DIJ luar biasa. Salah satunya mewu-judkan masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan keseha-tan reproduksi (kespro); sek-sual serta hak-hak kespro; sek-sual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender.”Harapannya, semua yang di-perjuangkan PKBI bisa dipenuhi oleh pemertintah, kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi dan sek-sual, serta hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender,” tuturnya serius.Selain itu, di organisasi ini sangat kental dengan jargon menghargai harkat dan martabat manusia. Mulai dari segi jenis kelamin, umur, orientasi sek-sual, warna kulit, fisik, agama, aliran politik, status sosial dan ekonomi.”Menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender, demokrasi, keadilan sosial, penge-lolaan yang baik,” kata perem-puan yang sekarang mendudu-ki jabatan sebagai Tim Technikal Assistens Pengembangan Cabang PKBI Gunungkidul ini.
Selain itu, juga melakukan pe-layanan kespro dengan pendeka-tan Hak Asasi Manusia, berpegang teguh pada semangat kerelawanan, kepeloporan, profesionalisme, dan kemandirian. “Nah, untuk mem permudah urusan, diperlu-kan akses informasi, pendidikan dan pelayanan yang berkualitas,” ucap nya serius.Meski serius, tapi Riny sangat menikmati bidang kerjanya. Da-lam setiap kesempatan dia mengaku selalu memanjakan diri. Setiap usai melakukan wa-wancara dengan narasumber, dalam perjalanan selalu menyem-patkan menikmati suasana. “Itu ca ra saya memanjakan mata,” ung kapnya. (gun/jko/ong