SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
KALI KEDUA: Sihono Harto Taruno (kanan) bersama Esti Susilarti saat pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DIJ Periode 2015-2020 di gedung PWI Jalan Gambiran, Jogja, kemarin (26/3).
* Menang Tipis Atas Esti Susilarti
JOGJA- Sihono Harto Taruno kembali terpilih menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DIJ Periode 2015-2020.
Terpilihnya pria asal Delanggu, Klaten melalui proses yang sengit. Ia mengalahkan sejawatnya Esti Susilarti melalui voting dua tahap. “Baru kali pertama ketua PWI dipilih dengan cara pemilihan sampai dua putaran. Selisih suaranya juga tipis,” ungkap Octo Lampito yang memimpin jalannya sidang Konferensi Provinsi V PWI DIJ di gedung PWI Jalan Gambiran, Jogja, kemarin (26/3).
Suasana tegang mulai terlihat saat pemilihan putaran pertama gagal menghasilkan calon yang memenuhi dukungan 50 plus satu. Dalam pemilihan itu, semula Esti unggul. Dia meraih suara teratas 44. Sedangkan Sihono hanya 33 suara . Calon lainnya Primaswolo Sudjono mendapatkan dukungan 14, lalu Ki Bambang Widodo 3 suara. Peserta yang abstain dua, dan suara gugur 1 suara. Jumlah pemilih ada 95 suara. Untuk dapat langsung dinyatakan pemenang harus meraih 48 dukungan. Lantaran suara yang diraih Esti kurang 4 untuk memenuhi syarat 50 plus satu, maka pemilihan diulang. Di sinilah ketegangan mulai muncul. Pertautan suara Sihono dengan Esti sangat ketat. Bahkan dukungan kedua saling kejar mengejar. Awalnya Esti unggul. Namun pada perolehan 38, suaranya disalip Sihono. Hasilnya akhirnya Sihono mendapatkan 43 dukungan. Suara yang dinyatakan sah ada 81 suara. “Ini hasil yang baik. Ini kemenangan kita semua. Ada campur tangan Tuhan yang mengubah semuanya,” ucap Sihono usai pemilihan.
Peserta konferensi provinsi dalam acara itu juga memilih kembali Octo Lampito sebagai ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI DIJ untuk masa bakti lima tahun ke depan. Selain itu peserta juga secara aklamasi menyepakati empat formatur yakni Esti Susilarti, Primaswolo Sudjono, Fauzi Miftah dan Ki Bambang Widodo sebagai anggota formatur. Bersama Sihono mereka mendapatkan mandat untuk membentuk pengurus PWI DIJ periode 2015-2020.
Wakil Ketua PWI Pusat Bidang Organisasi Sasongko Tejo mengapresiasi hasil pemilihan tersebut. “PWI DIJ benar-benar luar biasa,” pujinya. Ia juga mengingatkan deklarasi Palembang yang dihasilkan PWI Pusat pada 11 Februari 2011 tentang komitmen kembali ke khittah. “Artinya PWI harus meningkat profesionalisme melalui uji kompetensi anggotanya. PWI DIJ sampai sekarang sudah lima kali mengadakan uji kompetensi. Ini sudah baik,” katanya. (eri/din/Nr)