GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MAKIN MATANG: Selebrasi para pemain PSIM Jogja merayakan gol Toni Yuliandri ke gawang PSBK Blitar dalam laga di Stadion Mandala Krida kemarin (26/3).
JOGJA – Bermain di hadapan pendukungnya, PSIM Jogja menyuguhkan permainan atrak-tif saat mengalahkan PSBK Blitar 3-0 di Stadion Mandala Krida kemarin (26/3). Meskipun hanya berlabel uji coba, hasil ini sukses membalaskan dendam. Ya, kala ber-laga di Divisi Utama musim lalu, PSIM tun-duk di kandang sendiri. Bermain dengan tempo tinggi Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro, kembali meng usung formasi 4-3-3. Di barisan penyerang diisi Supri Andriyanto, Rangga Muslim, dan Toni Yuliandri. Mereka sukses membuat barisan belakang Laskar PETA-julukan PSBK Blitar yang dikomandoi Fatchul Ichya kewalahan.Terus menekan sejak menit awal, gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta melalui sun-dulan Toni Yuliandri di menit ke 14. Me-manfaatkan umpan bola mati Kahar. Gol tambahan di babak pertama tercipta menit 35 hasil kesalahan antisipasi pemain bela-kang PSBK Blitar, Yoga.
Bola tendangan striker PSIM, Rangga Muslim berhasil di-tahan bek PSBK sebelum akhir-nya bersarang menjebol gawang Arif Musafak.Di babak kedua, PSIM masih bermain dengan skema yang sama. Berbagai peluang mam-pu diciptakan. Bahkan, Toni Yuliandri yang sudah berhada-pan satu lawan satu dengan kipper. Sayang, dia tidak mampu mengon-versi menjadi gol.Babak kedua berjalan cukup keras. Per-mainan rapat dan tekel keras yang diterap-kan PSBK Blitar sering kali meyulut emosi pemain PSIM. Buntutnya, Toni harus di-kartu merah oleh wasit Wendy Umar, ka-rena terlihat secara jelas menendang pemain lawan. Begitu pua dengan gelandang PSBK, Darsono pun harus menerima ganjaran kartu merah akibat aksi keributan tersebut. Gol penutup datang dari pemain peng-ganti, Rony Setiawan di menit 80. Gol ini hasil solo run-nya .
Seto mengkau puas dengan hasil ujicoba kali ini. Dia menyebut ada pe-ningkatan performa anak asuh-nya dalam menerapkan pola 4-3-3. Maklum, pada laga se-belumnya formula 4-3-3 yang dia usung hanya menghasilkan hasil imbang ketika menghada-pi Persipur Purwodadi minggu lalu. “Dari sisi main dan hasil ada peningkatan. Sebab saat melawan Per-sipur Purwodadi masih membaca. Dari sana saya mulai memantapkan pemain yang pas,” kata Seto.Meskipun begitu, Seto belum bisa me-nyebutkan komposisi tim inti yang akan dia gunakan untuk menghadapi kompetisi Di-visi Utama (DU) musim ini. “Gambaran pasti sudah ada, tetapi belum bisa saya se-butkan. Kira-kira seperti yang di babak pertama,” terangnya.
Dalam laga uji coba tersebut, PSIM tidak diperkuat oleh dua pemain senior Eko ‘Kan-cil’ Budi Santoso dan Eko Purjianto akibat cedera otot saat latihan.Pelatih PSBK Blitar Kurnia Patmedi menga-kui permainan PSIM kali ini di atas anak asuh-nya. “Permainan PSIM lebih baik. Anak-anak kami bermain di bawah performanya,” jelasnya.Setelah melawan PSBK Blitar, PSIM be-rencana menggelar kembali laga uji coba. Tim yang di sasar kali ini adalah klub dari Jawa Barat. “Rencana uji coba lawan klub Jawa Barat. Hanya belum bisa dipastikan klubnya,” jelasnya. Di laga persahabatan lainnya Persiba Ban-tul yang melakukan lawatan ke Stadion Krida Bakti, Purwodadi harus mengakui keunggulan Persipur Purwodadi 1-2. Gol Persiba diciptakan oleh Sunny Hizbullah (58). Sedangkan gol-gol Persipur Purwo-dadi lahir dari kaki Geri (26) dan Revaldo dari titik putih (89). (bhn/din/ong)