LANGSA – Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa terlibat bentrokan fisik dengan sekelompok orang mabuk, saat berusaha membubarkan pesta minuman keras di Gampong Karang Anyar, Langsa Baro, Selasa (24/3).
Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, H. Ibrahim Latif didampingi Danton WH Tgk. Irmansyah kepada Rakyat Aceh (grup JPNN) kemarin (25/3) mengatakan, tidak ada korban dalam bentrokan tersebut.
Namun petugas WH harus angkat kaki dari lokasi kegiatan dan tidak berhasil mengamankan kelompok pemabuk tersebut.
Dijelaskannya, upaya pembubaran pesta miras itu berawal dari informasi masyarakat, yang menyebut di lorong Mendut gampong setempat sedang berlangsung hiburan keyboard yang diwarnai dengan ulah sekelompok orang menenggak miras.
“Atas informasi tersebut, kita mengirimkan petugas WH melakukan pengecekan. Ternyata benar disana petugas melihat sekelompok orang sedang asik bernyanyi dan berjoget bercampur laki-laki dan perempuan. Di dalamnya ada sejumlah orang mabuk,” sebut Ibrahim.
Selanjutnya dirinya menugaskan 12 personil WH di bawah pimpinan Danton WH, Tgk. Irmansyah untuk melakukan pembubaran. Namun saat petugas WH datang ke lokasi, tiba-tiba warga dan sejumlah orang-orang diduga mulai mabuk miras, langsung menghadang mobil patroli WH.
Bahkan satu persatu personel WH juga dihadang supaya tidak membubarkan hiburan keyboard dan pesta miras mereka.
Akhirnya terjadi bentrok fisik dan aksi saling dorong antara petugas WH dengan warga dan sejumlah orang mabuk di lokasi.
“Mobil patroli diparkir di depan rumah warga pun terus didorong-dorong. Warga dan pemuda berjumlah mencapai ratusan orang itu terus bersorak mencaci maki WH. Karena jumlah WH hanya 12 orang sementara warga dan pemuda mencapai ratusan orang, maka kita memilih mundur, ” demikian cerita Ibrahim. (dai/jpnn)