SLEMAN- Sudah sejak lama wilayah Kecamatan Gamping menjadi kawasan endemik demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, Pemkab Sleman selalu men-dorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk gerakan 3M plus. Tujuannya untuk memini-malisasi DBD.Namun, yang terjadi di Padukuhan Bodeh, Ambarketawang, angka bebas jentik (ABJ) justru merosot. Jika semula mencapai 81 persen, berdasarkan data kemarin (27/3) hanya 74 persen. Angka itu diperoleh berdasarkan pantauan di 112 rumah yang tersebar di 8 RT. Sebanyak 29 rumah positif ada jentiknya. Ter-utama ditemukan di bak-bak air mandi.
Petugas Jumantik Dinas Kesehatan Sleman Hindarti Wilujeng mene-ngarai, penurunan ABJ disebabkan kurangnya pantauan jentik. “Mung-kin belum rutin menguras bak air dua kali seminggu,” duganya di sela monitoring jentik.Masalah lain berupa sampah berupa kaleng dan ban bekas yang bisa menampung air hujan banyak berserakan di perkampungan. “Pot air dan sisa potongan bambu juga harus diwaspadai,” pintanya.
Kepala Dinas Kesehatan Mafilindati Nuraini sering mewanti-wanti agar masyarakat tidak membiarkan sedikitpun ruang yang bisa me-nampung air. Karena, jentik nyamuk aides aigypti tak butuh banyak air untuk berkembang biak menjadi dewasa. “Hanya satu cc (tetes) pun bisa,” katanya.Sekcam Gamping Lasiman bertekad ingin membentuk dusun percontohan bebas jentik di Ambarketawang. Harapannya, agar diikuti oleh warga dusun lain. Itu mengingat hampir tiap tahun selalu ada kasus DBD dialami warga Gamping. “Warga harus peduli kebersihan lingkungan. Ingat, DBD bisa menimbulkan kematian,” ingat Lasiman kepada warga Bodeh. (yog/din/ong)