JOGJA – Kampanye earth hour akan kembali dilaksanakan dengan melakukan pemadaman listrik selama satu jam hari ini (28/3). Untuk kepentingan ter-sebut, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengim-bau masyarakat untuk turut serta mematikan lampu satu jam pada malam ini.HS mengatakan, earth hour yang diperingati setiap Sabtu terakhir bulan Maret, dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan mulai pukul 20.30-21.30 WIB, merupakan ko-mitmen untuk ikut menjaga bumi. Menurut HS, bumi sebagai tempat hidup manusia, harus dijaga, disayangi dan dilindu ngi. “Ayo menjaga bumi. Saya mengimbau masyarakat dan pegawai pemkot bisa ikut serta dalam kampanye earth hour dengan mematikan lampu satu jam sebagai aksi peduli penu-runan laju perubahan iklim,” ujar HS kemarin (27/3).
Dengan aksi peringatan earth hour, diharapkan bisa menjadi kebiasaan yang dipraktikkan setiap hari. Di antaranya dengan mematikan lampu saat tidak digunakan. “Harapanya bisa menjadi habit, masuk kantor nyalakan lampu, keluar kantor matikan lampu,” tandasnya.Di lingkungan Pemkot Jogja, kebiasaan penghematan listrik juga sudah disosialisasikan ke seluruh SKPD. Bahkan lampu yang digunakan untuk pene-rangan jalan umum (PJU) sudah menggunakan lampu LED, yang lebih hemat energi. Tak hanya itu, untuk pajak penerangan jalan (PPJ), Kota Jogja juga sudah surplus. HS me-mastikan peringatan earth hour yang jatuh pada malam Minggu, juga tidak akan mengganggu aktivitas, dan pelayanan kantor.
Dirinya memastikan tidak akan mematikan lampu PJU yang di-khawatirkan malah bisa mem-buat kecelakaan saat kondisi gelap. “Paling tidak dikurangi, tidak dimatikan semuanya,” ujar HS.Selain itu, dalam penyelama-tan bumi, HS juga kembali mengajak masyarakat Kota Jogja untuk mengurangi volume sampah, terutama penggunaan sampah plastik. “Masyarakat sebenarnya sudah cukup ba-nyak yang memahami, tapi tidak ada salahnya terus dikampanye-kan,” katanya. (pra/jko/ong)