SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BUKTIKAN : Jaya Hartono saat diperkenalkan sebagai pelatih PSS Sleman. Foto kanan, para pemain PSS Sleman ketika menjalani laga uji coba melawan tim lokal Sleman di Maguwoharjo International Stadium.
SLEMAN –Sore ini, PSS Sleman akan menjalani laga uji coba me-lawan PSBK Blitar di Maguwo-harjo International Stadium (MIS). Laga ini akan menjadi ujian per-tama bagi Jaya Hartono setelah resmi menangani PSS. Sebelum-nya, Jaya hanya membawa anak asuhnya melakoni laga uji coba dengan klub amatir.Pada laga ujicoba terakhir me-lawan PIM Maguwoharjo dan Persak Kentungan, Jaya dihadap-kan pada minimnya variasi per-mainan para gelandang. Terbukti, ketika tim Super Elja kehilangan Ahmad Sembiring dan Muham-mad Rifki, kreasi serangan untuk menghasilkan gol mandeg. Sebab saat dua gelandang tersebut bermain, PSS berhasil menya-rangkan lima gol tanpa balas melalui kombinasi permainan yang apik.
Namun di saat Jaya melakukan perombakan, PSS hanya mampu bermain imbang melawan Persak.Jaya menyatakan, kerangka tim ini PSS, 80 persen ada pada skuad melawan PIM Maguwo-harjo. Sehingga besar kemung-kinan starting line up PSS sore nanti adalah skuad saat melawan PIM.”Akan saya coba lagi ketika lawan yang lebih kuat,” kata Jaya usai memimpin latihan di MIS, kemarin pagi (27/3).Saat menaklukkan PIM, pe latih berdarah Medan ini menerapkan formasi 4-4-2. Di posisi kiper ditempati Syamsidar. Lini per-tahanan dipercayakan pada kuartet Ade Cristian, Sofyan Efendi, Danan Puspito, dan Rasmoyo. Sedangkan di sektor gelandang ditempati Ahmad Sembiring, Rifki Muhammad, Dicky Prayoga serta pemain sayap Voller Ortega. Duet penyerang dipercayakan pada Aris Alfian-syah dan Diego Banowo.
Hanya saja, saat menjamu PSBK Blitar dua pemain PSS Volle dan Dicky dipastikan absen. Voller menjalani perawatan aki-bat cedera hamstring. Semen-tara Dicky harus harus menja-lani wisuda. “Tidak ada masalah, kami akan melakukan variasi gelandang karena stok kami berlimpah,” kata Jaya.Pelatih berlisensi A AFC ini pun tidak menargetkan kemenengan mutlak dalam uji coba kandang-nya tersebut. Sebab Jaya sen-diri masih fokus pada perbaikan teknik bermain selama menja-lani masa pelatihan. “Saya ingin melihat sejauh mana per-kembangan anak-anak dalam menerima arahan saya selama latihan. Untuk pola masih tetap 4-4-2,” terangnya.
Usai dikalahkan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida Kamis (26/3), PSBK Blitar sudah mela-kukan evaluasi. Pelatih PSBK Kurnia Patmedia menjanjikan akan lebih fight lagi saat meng-hadapi PSS. “Saat dijamu PSIM anak-anak tampil di bawah per-form. Mungkin karena kelelahan,” jelasnya.Sementara itu, panitia pelak-sana (panpel) PSS Sleman me-nyiapkan 500 personel keamanan untuk mengamankan laga uji coba sini. Ketua Panpel PSS Edyanto menjelaskan, jika pada pertandingan biasanya hanya 350 personel, sore ini ditambah menjadi 500. “Kami sudah ber-koordinasi dengan Polda DIJ untuk persoalan kemanan. Dan kami diberikan lampu hijau,” ujarnya. Harga tiket di laga ini ditetapkan untuk tribun utara dan selatan Rp 10 ribu. Sedangkan tribun timur Rp 20 ribu, dan tribun barat Rp 25 ribu. (bhn/din/ong)