HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BERBAGI: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat datang ke rumah korban sekaligus menyerahkan bantuan musibah angin puting beliung di Srikayangan, Sentolo, kemarin (27/3).
KULONPROGO – Bencana angin puting beliung menyapu sebagian wilayah Kecamatan Sentolo dan Pengasih, Rabu (25/3) lalu. Puluhan pohon tumbang dan beberapa menimpa rumah warga. Dampak terparah terjadi di Pedukuhan Kradenan dan Gunung Puyuh, Srikayangan, Sentolo. Tiga warga luka-luka akibat musibah itu, dia ntaranya Mukiyem, 70, dan cucunya Aprilia, 5, menderita patah tulang lengan akibat tertimpa rumah yang roboh setelah tertimpa pohon. Satu korban lagi Seni, warga Pedukuhan Karangasem, Srikayangan. Ketiganya kini masih dirawat di RSUD Wates.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo bahkan merilis ada 25 rumah warga di Srikayangan, Sentolo mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Atas musibah itu, warga telah bergotong-royong dibantu aparat polisi dan TNI membersihkan puing-puing dan mengevakuasi barang berharga milik korban. BPBD Kulonprogo telah mengkoordinasikan adanya bantuan untuk korban bencana. Rumah warga yang rusak berat akan dibantu dalam bentuk material untuk perbaikan. “Ada beberapa titik kejadian selain di Srikayangan. Laporan yang masuk juga terjadi di Sendangsari, Kaliagung, dan Banyuroto,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Untung Waluyo.
Bencana seolah menjadi momen yang paling tepat bagi warga untuk saling tolong menolong. Saling membantu sebisanya terhadap warga yang terkena musibah. Seperti saat terjadi bencana angin puting beliung di Sentolo dan Pengasih, tanpa komando warga langsung bergotong royong membantu. “Musibah ini harus diterima dengan tabah dan sabar. Jadikan musibah ini menjadi semangat untuk terus saling peduli terhadap sesama dan memperbaiki kehidupan yang lebih baik,” ucap Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat berkunjung dan menyerahkan bantuan kepada korban angin puting beliung di Kecamatan Sentolo, kemarin (27/3).
Hasto berharap, bantuan yang telah diberikan bisa sedikit meringankan beban, dapat digunakan untuk membiayai gotong-royong masyarakat sekitar. “Saya mengimbau kepada warga, untuk lebih waspada terhadap keberadaan pohon di sekitar rumah yang sekiranya rawan tumbang,” harapnya.Adapun korban yang menerima bantuan di antaranya, Keman, 50, warga Banyunganti Kidul, Kaliagung, Sentolo. Rumah korban tertimpa pohon jati hingga rusak berat. Keman mendapat bantuan dari bupati Rp 2 juta dan dari Bazda Rp 2 juta.
Kemudian Ngatijo, 65, tetangga Keman rumahnya juga tertimpa pohon jati hingga rusak berat. Ngatijo juga menerima bantuan dari bupati Rp 2 dan dari Bazda Rp 2 juta. Korban lainnya, Hermawan, 45, warga Derwolo, Pengasih, rumahnya rusak ringan, mendapat bantuan dari Rp 1 juta. Hasto juga mengunjungi rumah milik Keluarga Mardi Wiyono dan Tukiyo, di Pedukuhan Kradenan, Srikayangan, Sentolo. Dua rumah yang dihuni tiga keluarga itu tertimpa pohon saat terjadi angin kencang pada Rabu, (25/3) lalu. Rombongan juga menyambangi rumah Warsiyati yang juga mendapat musibah sama. (tom/ila/ong)