DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
GALI POTENSI: Para anggota Kelompok Studi Mahasiswa Audio Visual Komunikasi (Avikom) UPN Veteran Jogjakarta.

Bersama, Berkarya, Berapresiasi

Berlatar keinginan yang sama dalam menggali potensi di ranah audio visual, Avikom pun berproses. Usianya tahun ini akan genap 14 tahun. Usia yang cukup panjang bagi sebuah komunitas untuk bertahan, dan terus membuahkan karya.
SUDAH banyak jejak karya yang dibuat Kelompok Studi Mahasiswa Audio Visual Komu-nikasi (Avikom) UPN Veteran Jogjakarta ini. Setiap tahunnya, komunitas ini selalu mene-mukan wajah-wajah baru dan mencipta karya-karya yang berbeda. Film pendek salah satunya.”Kebanyakan memang film pendek fiksi, tapi kita juga sedang belajar bikin film dokumenter,” ujar Sekretaris Avikon Debbie Pradhita ditemui Sabtu (28/3).Produksi film pendek memang jadi agenda kerja komunitas ini setiap tahunnya. Misalnya untuk anggota baru, ada pendidikan dasar tentang film, di mana mereka mendapat pelatihan dasar-dasar, mulai dari kamera hingga make-up. Mereka yang mengikuti tahun pertamanya juga akan membuat film pertama bersama Avikom.
Sedangkan diklat lanjutan, diberikan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan tentang audio visual, dengan output-nya mem-buat film. Selain itu juga ada film akhir tahun yang dibuat oleh para anggota yang sudah lebih lama bergabung.Avikom memang berbasis kampus, namun soal produksi mereka berusaha mandiri. Peralatan misalnya, awal-awal mereka memang me-ngandalkan fasilitas kampus, namun tidak sepenuhnya. Karena keterbatasan waktu pe-minjaman. Berangkat dari situ, mulailah ko-munitas ini berinisiatif untuk menabung dan membeli beberapa peralatan sendiri.”Kalau mau produksi terkadang kita ajukan anggaran ke kampus, tapi tidak banyak juga. Karena paling besar ya dari iuran,” ujar mahasiswi yang bergabung sejak 2012 ini.
Saat produksi, mereka menyamakan sema-ngat, visi dan misi. Dengan rela merogoh kocek untuk iuran bersama. Hasilnya juga tidak s ia-sia. Beberapa kali karya film pendek Avikom mendapat penghargaan. Seperti menjadi Official film di Ganesha Film Festival Bandung. Juga mendapat penghargaan cinematografi terbaik di Ganesha Film Festival untuk film Saving Brother. Serta mendapat penghargaan sebagai Viewer Choice di Imago Film Festival untuk film “Pail”.Selain produksi film, Avikom juga memiliki agenda lain, seperti mengadakan pelatihan audio visual dasar ke desa-desa dan panti asuhan. Juga mengadakan pelatihan multimedia, mem-buat talkshow, iklan layanan masyarakat dan latihan membuat iklan komersial.
Di penghujung bulan Maret 2015 ini, Avikom menggelar Aparecium Pemutaran Film Pendek se-Jawa dan Bali yang berlangsung pada 28-29 Maret 2015 di Gedung Pameran Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Setidaknya ada 16 judul film dari kine klub dan empat special screening yang akan diputar.”Kegiatan ini yang pertama kalinya untuk skala se-Jawa dan Bali. Sebagai wadah dan apresiasi teman-teman komunitas film, karena jarang hasil karya mereka diputar, dan disini-lah wadahnya,” ujar Debbie. (dya/ila/ong)