MUNGKID – Berbagai sektor turut memberi andil terhadap pengumpulan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Magelang. Yang terbanyak, di antaranya retribusi galian golongan C, pajak bumi dan bangunan serta pajak hotel dan restoran. Pada tahun 2014 lalu, Pemkab Magelang berhasil mengumpul-kan PAD Rp 242 miliar. Jumlah itu diraih berkat kerjasama antar satuan kerja perangkat daerah yang ada.Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin menyatakan, jumlah PAD itu melampaui target yang di-canangkan yakni Rp 198 miliar. Itu artinya, PAD melampaui target hingga lebih dari Rp 44 miliar. “Target pendapatan bisa dilampaui karena kerja keras seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Jumlah penyerapan anggaran ini meningkat dari tahun sebelumnya,” ujarnya saat menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) bupati tahun 2014 di Gedung DPRD Jumat (27/3).
Menurutnya, pendapatan tersebut berasal dari berbagai sektor. Secara keseluruhan pendapatan Kabupaten Magelang mencapai Rp 1,6 triliun. Selain PAD pendapatan berasal dari dana perimbangan pemerintah pusat dan pendapatan sah lainnya. Jumlah anggaran sebesar itu, berhasil direalisasikan sebesar 82,6 persen.Dalam laporan tersebut, wabub juga mengatakan berbagai keber-hasilan capaian pembangunan daerah yang berdasar dari Badan Pusat Statistik (BPS). Di antaranya naiknya pertumbuhan ekonomi dan pengendalian laju inflasi yang semakin membaik. “Di bidang pendidikan dari 26 indi-kator pencapaian berhasil kita capai 19 indikator. Di antaranya meningkatnya jumlah PAUD dan berkurangnya angka buta huruf,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, dinyatakan cukup berhasil karena diukur dari peningkatan kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita. Angka kematian ibu sebesar 58,94/100.000 kelahiran hidup dan sudah melampaui target. “Angka kematian bayi dan balita juga masih baik dibanding Provinsi Jateng,” kata dia.Sementara, di sektor pekerjaan umum juga mengalami pening-katan cukup baik. Diukur dari luas irigasi yang baik mencapai 56 persen meningkat 4 persen dari tahun lalu. Selain itu, juga dikukur dari makin banyak kondisi jalan yang bagus hingga 579 ribu kilometer atau 65,32 persen dari seluruh jalan kabupaten.
Wabub menyebutkan di sektor pariwisata pencapaian kurang memuaskan. Ada penurunan PAD dari tahun lalu meskipun tidak signifikan. Permasalah pariwisata ini karena kurangnya sarana dan prasarana dan SDM yang mumpuni.Wakil Ketua III DPRD Suharno mengatakan, LKPJ tersebut akan dibahas di tingkat pansus. DPRD akan mencermati lebih lanjut. “Kami bentuk pansus untuk men-cermati,” katanya. (ady/din/ong)