SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
MENGANGA: Kondisi jalan ambles di Jalan Kenari, dekat Balaikota Jogja, kemarin (28/3).
JOGJA – Ruas jalan di Jalan Kenari, dekat Balaikota Jogja, ambles, Sabtu (28/3) siang. Akibatnya, di badan jalan terlihat lubang besar dengan diameter sekitar 1,5 meter dan kedalaman sekitar 2 meter. Untuk pengamanan sementara, hanya diberi papan peringatan, dan dipasang tali melingkari lubang tersebut
Anto, pegawai cuci motor yang lokasinya dekat dengan lokasi jalan ambles tersebut menu-turkan, sebelumnya, memang sudah ada tanda-tanda ambles sejak beberapa hari. Tanda ter-sebut berupa retakan kecil. Tapi, kemarin, tiba-tiba mem-besar dan membuat lubang yang dalam. “Kira-kira sekitar jam 11.00, awalnya hanya retakan kecil, tapi terus membesar,” katanya.
Menurutnya, masih beruntung lubang yang tiba-tiba menganga itu tidak memakan korban. “Beruntung saat tiba-tiba tanah ambles itu, dalam keadaan jalan sedang sepi. Sehingga tidak ada korban jiwa, atau korban lain-nya,” tambahnya.
Melihat lubang menganga ter-sebut, waga sekitar langsung berinisiatif untuk memberikan tanda peringatan, dan memasang pembatas ala kadarnya. Meski sudah diberi peringatan, tidak jarang pengendara menghenti-kan kendaraannya, untuk meli-hat-lihat lokasi jalan ambles.Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Toto Suroto membe-narkan keberadaan jalan ambles tersebut. Menurut Toto, am-blesnya jalan tersebut dikarena-kan saluran air hujan (SAH) yang melintasi Jalan Kenari tersebut sudah tua, dan terus tergerus air hujan. “Umumnya, keberadaan saluran air hujan di wilayah Kota Jogja, sudah tua. Termasuk yang ambles di Jalan Kenari ini,” katanya.
Dia menceritakan, SAH terse-but merupakan saluran lama. Dinding saluran juga belum terbuat dari beton. Kondisi itu, diperparah dengan goncangan gempa pada 2006 lalu, sehingga membuat beberapa dinding saluran retak. “Bisa jadi karena retak tersebut, tanah yang me-nyangga ikut tergerus masuk ke saluran air. Sehingga langsung ambles,” tandasnya.Toto menambahkan, SAH atau drainase yang ambles di dekat Balaikota Jogja tersebut, satu aliran dengan drainase di Jalan Kenari di depan Kantor BPBD DIJ. Di lokasi tersebut, pada 2013 silam, beberapa kali mengalami hal yang sama, ambles. “Pastinya, yang namanya saluran, saling berkaitan, dan panjang. Ini yang harus diwaspadai di saat musim hujan seperti saat ini,” paparnya.
Atas kondisi tersebut, sebenar-nya proses perbaikan drainase Jalan Kenari sudah mulai diker-jakan. Hanya saja, pada 2015 ini, perbaikan baru sampai di Kan-tor Pos Jalan Kenari, dekat SMA 8 Jogja. “Perbaikan Drainase Kenari ini masuk prioritas. Tahun ini, pengerjaannya baru sampai di dekat Kantor Pos Jalan Kena-ri,” jelasnya.
Sementara itu, untuk perbaikan jalan yang ambles di dekat Ba-laikota Jogja tersebut, Kimpras-wil mengaku tidak bisa serta merta langsung menambal atau memperbaiki. Toto mengaku masih akan mendata terlebih dahulu. Alasannya, di dekat ja-lan yang ambles tersebut, juga terdapat bekas galian saluran air limbah yang kondisinya juga rawan ambles. Namun demikian, Toto me-mastikan bahwa jalan ambles itu tetap akan diberbaiki, dengan diawali pembongkaran untuk meligat penyebab kerusakan. “Akan dibongkar untuk men-cari tahu penyebabnya. Setelah itu, baru dipadatkan. Sebab ka-lau hanya ditambal, nanti bisa ambles lagi,” terangnya.
Sambil menunggu kepastian kapan mulai dibongkar, warga yang melintas di kawasan jalan tersebut, diminta hati-hati. “Ka-mi imbau, agar masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Kena-ri agar waspada dan hati-hati,” imbaunya. (pra/jko/ong)