SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
MEMUASKAN: PSS Sleman (hijau) menang 2-0 atas PSBK Blitar dalam laga uji coba di Maguwoharjo In ter national Stadium (MIS) kemarin (28/3).
SLEMAN – Hasil positif dicatatkan PSS Sleman saat menjamu PSBK Blitar di Maguwoharjo In-ternational Stadium (MIS) kemarin (28/3). Da-lam laga berstatus uji coba, tim asuhan Jaya Hartono ini menang 2-0
Kemenangan ini sekaligus menjadi awal yang positif bagi Jaya. Meski berstatus laga uji coba, tensi tinggi mewarnai ja-lannya pertandingan. Tiga kar-tu merah dikeluarkan wasit dalam laga ini.Di babak pertama, formasi 4-4-2 yang diterapkan pelatih Jaya Hartono PSS Sleman tidak ber-jalan mulus. Terbukti kuartet gelandang tim berjuluk Super Elang Jawa tidak mampu men-galirkan bola kepada duet striker Diego Banowo dan Aris ‘Sincan’ Alfiansyah.
Bahkan di pertengahan babak pertama, Jaya harus mengganti gelandang Johan Arga dengan pemain lain Sutaji. Sampai dengan turun minum tidak ada gol yang tercipta.Nah, di babak kedua, Jaya mela-kukan perubahan taktik permain. Memasuki menit 46 gol yang ditunggu oleh ribuan suporter PSS tercipta dari kaki Sincan memanfaatkan kesalahan para pemain belakang PSBK Blitar.Terus menekan rupanya mem-buat skuat tim berjuluk Laskat Peta panik. Di menit ke 64 pemain belakang PSBK harus menjatu-hkan Banowo di dalam kotak penalti.
Ahmad Sembiring yang dipercaya menjai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk merubah papan skor menjadi 2- 0.Berbeda dengan babak pertama, tensi dan tempo pertandingan lebih tinggi. Permainan cepat PSS Sleman dengan perubahan pola menjadi 4-3-3 membuat skuat PSBK Blitar menerapkan permainan keras menjurus kasar. Dua pemain PSBK Nur Ngaini dan M Saigol harus menerima kartu merah. Semen-tara dikubu skuat PSS Elvis Nelson dikeluarkan oleh wasit.Pria kelahiran Medan ini men-gungkapkan memang melakukan perubahan taktik menjadi 4-3-3 dalam pertandingan tersebut. “Karena gol gak hadir-hadir. Jadi saya mengganti taktik,” kata Jaya usai pertandingan.
Mantan pelatih Persik Kediri ini mengatakan, pola 4-4-2 yang diterapkan tidak baku. Pola ter-tsebut bisa diubah menyesuai-kan dengan kondisi di lapangan. “Nggak baku lah, kalau formasi 4-4-2 tidak jalan kita ubah. Kalau main di kandang masa mau ber-tahan,” jelasnya.Mantan pemain timnas ini mengakui minimnya kreasi se-rangan di babak pertama akibat kehilangan dua pemain gelang-dang kreatif Voller Ortega dan Dicky Prayoga. Johan yang di-harapkan bisa memiliki banyak peran di lapangan tengah ter-nyata tidak menunjukkan ke-mampuannya. “Saya ganti Johan karena dia ragu-ragu. Seperti kehilangan arah,” kata Jaya.
Dengan hasil tersebut, Jaya berpesan kepada anak asuhnya untuk tidak cepat puas. Karena target sebenarnya adalah kom-petisi Divisi Utama.”Saya minta kepada anak-anak untuk tidak cepat puas,” jelasnya.Pelatih PSBK Blitar Kurnia Pat-medi menyayangkan kepemim-panan wasit. Menurutnya mental tim hancur setelah hadiah penal-ti dari wasit. “Penalti itu diperta-nyakan. Sebab dari kejadian ter-sebut konsentrasi pemain buyar,” katanya. (bhn/din/ong)