DWI AGUS/RADAR JOGJA
NONTON BARENG: Pemutaran film dokumenter Finding Fela karya Alex Gibney Kedai Kebun Forum Jogjakarta belum lama ini (25/3).
FILM tidak hanya menjadi sebuah hiburan namun juga sebuah gerakan. Ini terangkum dalam film dokumenter berjudul Finding Fela karya Alex Gibney. Film ini merangkum kehidupan seorang Fela Kuti seorang aktivis yang menggunakan musik sebagai media bersuaranya.Kurator pameran utama Biennale Jogja XIII Wok The Rock mengungkapkan Fela Kuti adalah aktivis yang disegani. Dalam menyuarakan kritiknya, Fela Kuti kerap mengemasnya dalam sebuah musik. Sehingga pesan kritis mampu menjangkau segmen yang lebih luas.”Dia adalah sosok yang sangat berani dan kritis dalam bersuara. Bahkan rezim pemerintahan Nigeria pada waktu itu diterjang-nya. Meski rezim yang berkuasa pada waktu itu adalah rezim militer,” katanya saat pemutaran di Kedai Kebun Forum Jogjakarta belum lama ini (25/3).
Wok menilai keberanian Fela mampu menginspirasi warga Nigeria lainnya. Semasa hidupnya hingga meninggal di tahun 1997 Fela telah melakukan beragam aksi. Ia menggunakan musik sebagai alat melawan budaya kolonial dan kediktatoran militer di Nigeria.Film Finding Fela digarap oleh Alex Gibney, sutradara film dokumenter asal Amerika pada tahun 2014. Film ini menampilkan dokumentasi perjalanan Fela Kuti semasa hidupnya. Selain itu juga menampilkan wawancara kerabat terdekatnya. Pemutaran film ini diselenggarakan oleh Biennale Jogja XIII. “Fela Kuti adalah sosok yang mempelopori lahirnya genre musik Afrobeat. Hasil karya dan pemikirannya kini menjadi landasan ideologi bagi tiap kalangan, mulai dari pelajar, budayawan, seniman, politikus, difabel, ekonom hingga tentara,” ungkapnya. (dwi/ila/ong)