SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
PENGGEMAR FILM: Stella Amirta begitu detail memperhatikan jalan cerita, jadi tak hanya kisah dan artistiknya saja yang dinikmati, tapi juga plot, alur dan setting

STELLA AMIRTA PERHATIKAN JALAN CERITA

Sebuah film mampu membuat penontonnya tersedu-sedu, terbahak-bahak, dan menjerit. Hingga membuat rela untuk antri berjam-jam demi mendapat tiket saat film yang dinanti-nantinya diputar di bioskop. Karena film terkadang mewakili berbagai nilai kehidupan, mulai dari teknologi terkini hingga mimpi-mimpi manusia yang dikemas artistik menjadi tontonan berdimensi.
KEHEBATAN itulah yang membuat film lebih dari sebuah hiburan dimata Stella Amirta. Bagi perempuan yang akrab disapa Stella, film sudah jadi hobi keluarga. Tak heran jika film seolah hiburan yang sudah menjadi candu.”Sampai usia aku dibolehin nonton bioskop sendiri, orang tua pasti nemenin nonton. Karena di rumah juga keluarga hobinya nonton film,” ujarnya yang sudah nonton film sejak kecil ini.
Film memang sudah jadi hobi keluarga Stella, tak heran di salah satu sudut rumahnya berisi perangkat pemutar film dengan teknologi yang selalu berganti. Mulai dari VHS, laser disc, VCD hingga DVD. Dari masa ke masa, berbagai cara dilakukan agar dapat menonton film, salah satu andalannya yakni dengan meminjam di rental film. Hingga karyawan rental tempat biasa dia meminjam pun hafal muka dan dengan senang hati menyimpankan untuk dirinya.”Karena waktu itu kan Jogja sempat tak punya bioskop, itu sedih banget. Andalannya ya rental film,” ujar konsultan public relations ini.
Penggemar karya-karya sineas Wes Anderson ini mengaku, memang beda rasanya saat nonton film di rumah dengan batasan layar dibanding nonton di bioskop berlayar lebar dan sound system yang mumpuni. Tapi itu bukan jadi masalah besar, karena yang terpenting baginya, dia dapat menonton filmn menikmati, mengamati dan memetik nilai dari ton-tonannya.Tak heran jika perempuan kelahiran Jogjakarta 6 Juli 1985 ini begitu detail memperhatikan jalan cerita. Jadi tak hanya kisah dan artistiknya saja yang dinikmati, tapi juga plot, alur dan setting. Kebiasaan ini terbawa sejak dia masih kuliah pendidikan bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma. “Waktu itu diajarin buat lihat alur cerita, kalau sekarang membahasnya ya sama suami, adik atau teman,” ujarnya yang ingin sekali terlibat dalam penggarapan film.
Uniknya, film juga jadi cara men-dekatkan hubungan dengan suami, Gideon Widyatmoko, yang sempat men-jalani pacaran jarak jauh. Meski nonton-nya bareng, tapi mereka berada di tempat terpisah.”Suami juga hobi film, dia bahkan sampai bikin film. Jadi waktu pacaran ya kita bahas film, chatting, meski nontonnya terpisah,” ujarnya yang juga menyempatkan diri mereviem film-film yang sudah ditontonnya di blog pribadi-nya stellaamirta.blogspot.com.Masih banyak film yang ingin diton-tonnya, hingga harus membuat undian. Film favoritnya merupakan film-film yang digarap dengan nuansa vintage ber-setting artistiknya yang unik, seperti The Grand Budapest Hotel, Moonrise Kingdom dan Fantastic Mr Fox. Tapi dia juga menikmati film Pasir Berbisik, Ada Apa Dengan Cinta? Juga film Petualangan Sherina, Ca Bau Kan, dan film Indonesia lainnya. (dya/ila/ong)