JOGJA –Kelompok kaum muda Aisyiyah yang tergabung dalam Sekolah Wirausaha-wan Aisyiyah (SWA) mendeklarasikan ge-rakan Cinta Pasar Tradisional, di Plaza Nga-sem, kemarin (28/3). Aksi tersebut meru-pakan bentuk kepedulian kaum muda, khususnya para pelaku usaha terhadap ke-beradaan pasar tradisional di tengah pesat-nya pertumbuhan pusat perbelanjaan. Me-reka mengajak masya rakat untuk senantia-sa belanja di pasar tradisional.
Berdasarkan data Indonesian Islamic Busi-ness Forum, sekitar 50- 70 persen pendapatan dari pedangan pasar tradisional mengalami penurunan akibat berkembangnya pasar mo-dern. Saat ini, hampir 70 persen kepemilikan saham pasar modern dimiliki konglomerat. Alhasil, keberadaan pedagang di pasar tradi-sional juga semakin terkalahkan. Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagaker-jaan Pimpinan Pusat Aisyiyah Latifah Iskandar mengatakan, beberapa kelebihan dimiliki oleh pasar tradisonal. Di antaranya, memiliki nilai sosial yang tak tergantikan, seperti adanya interkasi antara penjual dan pembeli, dan harga yang ditawarkan sangat- sangat ter-jangkau. “Selain itu, pasar tradisional juga mena-warkan berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Mulai dari aneka sayuran, jajanan pasar, hingga alat- alat rumah tangga,” pa-parnya.
Ada empat tuntutan yang menjadi fokus perhatian SWA dan komunitas Pecinta Pasar Tradisional, yakni keberadaan pasar tradisio-nal yang harus dilestarikan dan dilindungi, meminta pemerintah untuk membuat payung hukum sebagai perlindungan untuk para pe-dagang pasar, mengajak seluruh lapisan ma-syarakat agar berbelanja di pasar tradisional, dan berperan aktif dalam membeli produk pangan lokal.Bersamaan dengan acara tersebut, SWA menggelar acara wisuda bagi 63 siswa. “Wisu-danya sendiri sudah periode yang ketiga. Se-dangkan tahunnya sendiri baru tahun per-tama,” kata Latifah.
Meski baru saja dibuka, jumlah siswa yang bersekolah di sini sudah cukup banyak. Bah-kan saat ini, SWA telah memwisuda sekitar 230 orang. “Sebagai salah satu lembaga non formal, kami berharap dengan kehadiran kami di sini, dapat melahirkan bibit-bibit baru di bi-dang kewirausahawan. Tak hanya itu, kami juga memberikan motivasi agar pelaku usaha ini mampu memasarkan produknya ke ma-syarakat dengan baik,” terangnya. Ketua Sekolah Wirausaha Aisyiyah Dyah Suminar berharap, dengan deklarasi dan wisuda kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri semakin bertambah. tak hanya dalam hal wujud pelestarian ba-han pangan lokal tetapi juga mengurangi ketergantungan pada produk-produk import. (pra/met/jko)