JOGJA – Laga tim sekota ( derby) akan tersaji dalam kompetisi Divisi Utama 2015. Tiga tim DIJ ditempatkannya dalam satu grup dari hasil pertemuan klub peserta yang dilangsungkan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu malam (28/3).Laga derby pada kompetisi DU yang rencanya akan digelar pada 26 April tersebut diprediksi akan men-jadi laga panas. Selain rivalitas ketiga klub tersebut, mereka juga harus saling sikut untuk dapat bisa lolos ke babak 12 besar maupun lepas dari zona degradasi. Dengan kom-posisi juara dan runner up grouplah yang berhak lolos ke 12 besar. Dengan komposisi ini, praktis akan ada 1 klub DIJ yang dipasti-kan berpeluang tidak lolos.
Itu pun dengan catatan klub peserta lainnya berada di bawah klub asal DIJ. Hanya saja, untuk bisa lolos ke fase selanjutnya terasa sangat berat, karena 10 tim yang ada di group 4 bukan ini pasti akan berjuang untuk meraih tiket ke banbak 12 besar.Apalagi, pesaing tim-tim DIJ merupakan klub-klub asal Jawa Timur yang selama ini cukup terkenal dengan gaya permainan keras. Bahkan, kehadiran nama besar Persik Kediri yang pernah menjadi kampiun di Liga Indo-nesia beberapa tahun lalu juga akan menjadi batu ganjalan bagi klub DIJ untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.Selain Persik Kediri, sejumlah tim lain yang akan saling sikut ialah Persinga Ngawi, Persatu Tuban, Madiun Putra FC, PSBI Blitar, PS Mojokerto Putera, dan Persepam Madura.
Direktur Teknik PSS Sleman Arief Juli Wibowo mengaku cukup kaget dengan hasil pembagian tim yang dilakukan oleh PSSI maupun PT Liga Indonesia. Sebab sebelumnya, perwakilan dari DIJ memberi ma-sukan kepada PSSI untuk tidak menempatkan tim DIJ ke dalam satu grup. “Sudah pernah ada ma-sukan ke PSSI agar klub DIJ dipisah mengingat situasinya kurang kondusif belakangan ini,” jelasnya.Situasi kurang kondisif tersebut mengacu pada rentannya gesekan antar pendukung klub. Bila di lihat dari catatan derby klub DIJ, tensi tinggi di tidak hanya terjadi di dalam lapangan. Bahkan, di luar lapangan acap kali terjadi gesekan antarsuporter. Hal tersebut diakui oleh Arief.Arief berharap PSSI dan PT Liga untuk meninjau kembali pemba-gian grup tersebut, dengan mem-pertimbangkan faktor keamanan. “Memang peluangnya kecil. Bila tidak dimungkinkan, mau tidak mau kami harus siap,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan yang di-hadapi dalam gelaran derby terbut terkait permasalahan perizinan. Dan bila izin tidak keluar, dimung-kinkan laga derby dilakukan di luar DIJ atau tanpa penonton penontong. “Tentunya ini akan merugikan dari pemasukan klub,” jelasnya.Persoalan lain yang akan di-hadapi adalah membengkaknya budget operasional. Sebab se-suai perkiraan, PSS Sleman mendapat grup 2 yang sebagian besar dihuni dari tim-tim asal Jawa Tengah. “Otomatis bud-getnya akan membengkak. Memang ini di luar prediksi klub,” jelasnya.Kubu Persiba juga terkejut dengan penempatan tiga tim DIJ yang be-rada dalam satu group ini. “Ini menjadi laga yang seru derby Ma-taram,” kata Wakil Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo.Diakui oleh Endro, derby Mataram cukup rentan terjadi gesekan. Guna mengantisipasi, pihaknya berencana mengajak klub DIJ lain untuk duduk bersama supaya laga derby berlangsung kondusif. “Selain itu koordinasi dengan apa-rat akan te-rus diting-katkan,” jelasnya. (bhn/din/ong)