MUNGKID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Magelang dinyatakan tidak siap menggelar ujian nasional (unas) secara online. Kedua sekolah tersebut adalah SMK YPT Salam dan SMK Muhammadiyah Salaman.Dengan tidak lolosnya persiapan pelaksanaan unas secara online, otomatis hanya delapan SMK yang melangsungkan unas secara online. Ke delapan sekolah tersebut adalah SMK Pangudi Luhur Muntilan, SMK Abdi Negara Muntilan, SMK Muham-madiyah 1 Salam, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, SMK Muhammadiyah Mungkid, SMK Maarif Kota Mungkid, SMK Muham-madiyah Bandongan, dan SMK Islam Secang.Kasi Kurikulum dan Pengendalian Mutu SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Ka-bupaten Magelang Zamzin mengatakan, hasil verifikasi pada 24 Februari 2015 disam-paikan langsung pada 10 SMK bersangkutan.
“Secara rinci, hanya Tim Ba-litbang yang lebih tahu alasan sekolah yang lolos atau tidak,” kata Zamzin kemarin (29/3).Unas tingkat SMA/MA/SMK 2014-2015 akan dilaksanakan dari 13 April hingga 16 April 2015. Mata pelajaran yang diujikan bagi siswa SMA/MA adalah Matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta IPA/IPS. Sedangkan siswa SMK harus mengikuti Matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan teori produktif. Calon peserta unas tahun ini tercatat sebanyak 9.592 siswa. Mereka tersebar di SMA/MA/SMK, 16.386 siswa SMP/MTs, dan 19.846 murid SD/MI.Sekretaris Disdikpora Kabu-paten Magelang Mushowir menambahkan, dua SMK ter-sebut batal ikut menggelar unas secara online, karena tak lolos verifikasi. Pelaksanakan unas dua SMK itu dikem-balikan ke sistem paper based test (PBT), seperti sekolah lain yang belum siap meng-gelar unas online
Materi ujian diberikan dalam lembaran kertas. “Sesuai hasil verifikasi Tim Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kemendikbud, dua SMK dinya-takan belum memenuhi spesi-fikasi fasilitas penunjang pelak-sanaan unas online,” jelasnya.Kepala SMK Yayasan Pendidi-kan Teknik (YPT) Muntilan Anjar Subiyanto mengaku, sudah mengetahui jika sekolahnya tercoret dari daftar peserta pelaksana unas online. Namun, ia mengkau belum menerima hasil secara resmi.Ia mengetahui, sekolah yang dipimpinnya tak lolosnya verifikasi dari Kemendikbud, karena tidak memiliki cadangan jaringan area lokal (LAN). Padahal,semua fasilitas pendukung seperti per-sonal computer (PC) sudah me-menuhi spesifikasi. Bahkan, banyak PC yang baru dan sudah menyediakan cadangan.”Untuk jaringan internet sangat mendukung. LAN juga ada. Tetapi tidak memiliki cadangan,” kata-nya. Ia mengaku hanya bisa mengikuti keputusan final dari pemerintah. (ady/hes/ong)