DWI AGUS/Radar Jogja
JOGJA – Proses seleksi Dimas Diajeng Kota Jogja 2015, memasuki tahap kedua. Sebanyak 175 calon Dimas Diajeng Kota Jogja mengikuti seleksi di ruang utama atas Balaikota Kota Jogja, Minggu (29/3). Sleksi tahap kedua ini, meliputi tes tertulis, wawancara, dan focus group discussion (FGD).
Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Jogja Yetti Martanti berharap, tahun ini ada perkembangan. Artinya, Dimas Diajeng yang terpilih dapat menjadi role model bagi generasi muda. Selain itu, juga merepresentasikan Kota Jogja di khalayak luas.
“Ragam tahapan pemilihan ini untuk menentukan Dimas Diajeng yang tepat. Di mana mampu mewakili generasi muda Kota Jogja yang akan bertugas sebagai duta pariwisata dan budaya,” ujarnya.
Dalam seleksi tahap kedua kemarin, terbagi beberapa sesi. Selain melibatkan Disbudpar Kota Jogja, juga Lembaga Pengembangan Diri Kemuning Kembar, dan para alumni Dimas Diajeng Kota Jogja.
Proses seleksi yang berlangsung hingga sore tersebut, mengharuskan para peserta untuk dapat mengerti dan memahami mengenai tata pemerintahan, kepariwisataan, dan kebudayaan.
Dalam tahap wawancara, peserta diajak menunjukkan kemampuan bahasa Jawa, bahasa asing, dan bakat yang dimiliki. Kemampuan juga diwujudkan dengan menunjukkan kemampuan seni yang dimiliki. Seperti bernyanyi, hingga nembang dalam bahasa Jawa.
“Dimas Diajeng adalah sebuah ikon yang penting. Dalam tahun ini, kami juga berharap agar Dimas Diajeng yang terpilih mau terjun langsung ke masyarakat. Sehingga penyelenggaraan tahun ini, ditanamkan berbagai program penting,” kata Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Jogja 2013-2015 Krishnamurti Prawirohardjo.
Seleksi tahap ini juga melibatkan tim ahli dari psikolog. Tujuannya agar Dimas Diajeng terpilih mampu terbuka potensinya. Terutama tidak hanya mengedepankan fisik sebagai point utama, namun bagaimana juga pola pikirnya.
Psikolog RA. Anggiastri Hanantyasari Utami yang terlibat dalam seleksi ini menilai tes psikotes adalah sebuah kunci. Bagaimana dalam tahapan ini para calon Dimas Diajeng dapat merepresentatifkan dirinya yang sesuai karakteristik sebagai seorang duta dan orang Jogja.
“Adanya tes psikotes dan FGD, diharapkan akan mengetahui bagaimana kepribadian mereka. Ini karena Dimas Diajeng yang terpilih tidak hanya disiapkan untuk menjadi seorang duta, juga dilihat jiwa kepemimpinan yang mereka miliki. Sehingga dapat memberikan warna baru dalam pengembangan wisata kota Jogja,” ungkapnya.
Penilaian tahap kedua ini menjaring 50 besar calon Dimas Diajeng Kota Jogja. Selanjutnya akan dikerucutkan kembali menjadi 30 besar. Ke-30 besar yang terdiri dari 15 Dimas dan 15 Diajeng akan mengikuti berbagai rangkaian acara untuk persiapan Grand Final yang akan diselenggarakan di Pagelaran Keraton Jogjakarta, 6 Juni. (dwi/jko/Nr)