ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BERBAHAYA: Togor listrik di mana Rumiyatun tersengat aliran listrik tegangan tinggi.
MUNGKID – Rumiyatun, warga Dusun Sabrang, Margoyoso, Salaman terpaksa mendapat perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Magelang, kemarin (29/3). Kulit di beberapa bagian tubuh perempuan 50 tahun ini mengalami luka bakar hampir sekitar 60 persen.
Rumiyatun terluka karena tersengat kabel PLN putus yang menggantung di sekitar rumahnya.
Musibah itu terjasi saat Rumiyatun hendak ke warung yang ada di dekat rumahnya sekitar pukul 08.00. Ketika melewati jalan undak-undakan di sebelah rumah tetangganya, tiba-tiba ia tersengat aliran listrik dari kabel yang menggantung dari togor listrik. Togor itu persis di sebelah kanan rumah tetangganya.
“Tiba-tiba saja dia (korban) tersengat listrik dengan daya yang cukup kuat. Setelah itu muncul suara ledakan dari atas togor,” kata Ira, salah satu saksi mata Ira di lokasi kejadian.
Saat itu, juga tubuh Rumiyatun langsung terkapar. Tubuhnya mengalami luka bakar di beberapa bagian. Korban langsung diangkat tetangga yang mengetahui kejadian tersebut. ia dibawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan.
Parno, warga lain menjelaskan, kabel putus yang menggantung di togor karena hujan dan angin yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu malam (28/3). Pohon yang ada di sekitar togor mengalami tumbang dan menimpa kabel listrik PLN.
Kemudian, kabel putus dan menggantung menempel di sebuah pohon kecil di bawah togor persis.
“Kabelnya putus sekitar pukul 03.00, karena tertimpa pohon tumbang. Saat itukondisi kabel yang menggantung masih dialiri listrik,” jelasnya.
Setelah mengetahui masih ada aliran listrik di sekitar kabel putus, sejumlah warga membuat pembatas dari bambu agar warga dan anak-anak tidak mendekat. Karena di sekitar kabel masih jelas terdengar suara sengatan listrik yang cukup kuat. Bahkan warga berinisiatif membersihkan beberapa ranting pohon yang tumbang di sekitar kejadian.
“Putusnya kabel listrik itu sekitar pukul 03.00 dan warga lapor ke PLN sekitar pukul 06.00. Meski telah diberi pembatas, korban tersengat listrik juga dan kejadiannya pukul 08.00,” ungkapnya.
Setelah peristiwa ini, keluarga korban berharap mendapat perhatian. Mengingat, korban sampai Minggu siang (29/3) masih di rawat di rumah sakit dan belum bisaberkomunikasi dengan baik.
“Semoga mendapat perhatian dari PLN,” kata Abdul Hakim, suami korban.
Sementara itu, Manajer PLN Rayon Magelang Kota Dandi Fajar Musratmo mengaku sudah mengetahui peristiwa tersebut. Putusnya kabel listrik sudah ditangani supervisor teknik dan stafnya.
Menurut Dandi, putusnya kabel listrik disebabkan adanya pohon tumbang. Sementara terkait biaya pengobatan korban, pihaknya belum memutuskan kebijakan apapun.
“Kejatuhan pohon sonokeling. Untuk laporan sudah dilaporkan ke (kantor) area. Nanti yang akan memutuskan dan evaluasi dari area, Bapak Supangat,” jelasnya.(ady/hes/mga)