Dok. Zurich for RADAR JOGJA DAPAT APRESIASI: Head of Proposition PT Zurich Topas Life, Ade Bungsu dengan Agency Direcor PT Zurich Topas Life, I Nyoman Sumerta dan Chief Marketing Officer PT Zurich Topas Life Heru Gunadi. Perusahaan ini bekerja sama dengan YKAKI. Zurich menyisihkan Rp 100 ribu per polis untuk membantu YKAKI.
JOGJA – Selain mengenalkan produk asuransi unit link prestigio bernama Srikandi Protection Amani, perusahaan Asuransi Jiwa PT Zurich Topas Life (Zurich) juga memberikan berbagai hadiah menarik. Seperti berlibur ke Swiss, Prancis, Italia, dan bermain air di Raja Ampat bagi konsumen. Kali ini dengan Srikandi Protection Amani, konsumen diajak melakukan misi sosial.
“Pendekatan kali ini berbeda. Untuk proposisi ini kami bekerja sama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia membantu anak-anak penderita kanker. Setiap polis yang dibeli konsumen, Zurich menyisihkan Rp 100 ribu per polis untuk membantu YKAKI. Program ini berlangsungdari 2 Maret hingga 31 Mei,” kata Head of Proposition Zurich Ade Bungsu saat mengenalkan Srikandi Protection Amani pada masyarakat di DIJ, (28/3).
Ditambahkan Ade, pilihan ini dengan alasan misi berbau syariah. “Kami ingin tidak duniawi. Tetapi bagaimana membantu orang lain untuk upah surgawi,” tegasnya.
Upaya tersebut mendapat sambutan luar biasa. Banyak konsumen yang ingin berbagi pada sesamanya.
Ade menjelaskan, pihaknya memperkenalkan program baru Srikandi Protection Amani dengan prioritas di kota-kota di luar Jakarta. Ini sebagai upaya mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasyarakatkan asuransi.
“Penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Selama ini, banyak asuransi lebih fokus menggarap Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Padahal, penetrasi asuransi di kota-kota kecil juga perlu,” papar Ade.
Menurutnya, Zurich konsisten menjangkau kota-kota kecil. “Dari situ, kami juga membantu tumbuhnya agen penjualan kami. Sehingga, selain meningkatkan penetrasi proteksi, kami juga ingin menambah tenaga-tenaga penjual baru di setiap kota,” tambahnya.
Ia mengatakan, ada 95 persen yang belum tersentuh. Karena itu, perusahaan asuransi ini ingin masyarakat Indonesia memahami perlunya proteksi untuk perlindungan diri dan keluarga.
Ditambahkan Ade, PT Zurich Topas Life merupakan anak perusahaan Zurich Insurance Group Ltd yang berpusat di Swiss. Perusahaan asuransi multinasional itu, berdiri sejak 1872, dan memiliki 55 ribu karyawan di 170 negara.
Di Indonesia, Zurich baru hadir pada November 2010 dan mulai beroperasi memasarkan produknya pada 2 Januari 2013. Dalam tiga tahun, sudah memiliki 6 ribu agen dengan nasabah lebih dari 12 ribu orang. “Pertumbuhan mulai stabil. Saat ini pertumbuhannya terlihat positif. Hingga akhir tahun ini, kami optimistis pencapaian akan lebih baik dari tahun lalu,” katanya.
Tahun 2013, Zurich menutup tahun dengan pendapatan premi sebesar Rp 84,83 miliar. Tahun sebelumnya, pendapatan premi hanya Rp 7,3 miliar. Sedangkan rasio likuiditas, Zurich sudah mencapai 221 persen. Kemudian, rasio kecukupan investasi sebesar 1.461 persen dan rasio beban (klaim, usaha, dan komisi terhadap pendapatan premi neto) sebesar 294 persen.
Ade yakin, dalam beberapa tahun ke depan, Zurich bisa menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia. Bahkan, masuk 10 besar. Apa lagi melihat potensi besar yang ada di Indonesia.
Ade menambahkan, konsumen bisa mengikuti program itu hanya dengan biaya premi minimal Rp 200.000 per bulan. Atau bisa mengikuti paket yang ditawarkan dengan premi awal paling minim sebesar Rp 450.000/bulan.
“Program ini merupakan upaya kami betapa berharganya kehidupan. Asuransi itu bukan hanya mengenai perlindungan meninggal dunia, tapi menjaga supaya kita bisa tetap hadir untuk yang kita sayangi,” ujarnya.(hes/din/mga)