JOGJA – Masyarakat yang biasa mengguna-kan moda transportasi kereta api, harus memperhatikan kembali jadwal keberang-katan dan kedatangan kereta api
Sebab, mulai 1 April 2015 nan-ti, seluruh jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta api akan menerapkan Grafik Perja-lanan Kereta (Gapeka) yang baru. Mengalami perubahan dari se-belumnya.Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop VI Jogja Wiwik Widayanti mengatakan, hampir semua keberangkatan kereta api lebih maju, dibanding jadwal sebelumnya. “Kami berharap supaya calon penumpang me-lihat kembali jadwal keberang-katannya, sehingga tidak terting-gal kereta,” ujar Wiwik kemarin.
Ada beberapa sebab yang mem-buat perubahan Gapeka kali ini, di antaranya memasukkan per-hitungan mengenai waktu yang dibutuhkan kereta untuk ber-henti mengisi bahan bakar atau air. Selain itu juga terdapat tam-bahan 16 perjalanan kereta di Daop VI Jogja yang terdiri dari 10 kereta penumpang dan enam kereta barang. “Kereta tersebut sebenarnya sudah dijalankan secara fakultatif, namun baru ditetapkan secara resmi melalui Gapeka 2015,” katanya.
Tambahan perjalanan kereta tersebut di antaranya, Malioboro Ekspres, Joglo Ekspres, kereta perintis Batara Kresna, dan se-jumlah kereta barang untuk par-cel, peti kemas, dan angkutan pasir. “Berdasarkan Gapeka ter-sebut, ada pula kereta ekonomi yang kembali berhenti di bebe rapa stasiun, seperti Klaten, Sragen dan Wates,” tuturnya.Dengan perubahan Gapeka 2015 ini, juga membuat susunan jadwal perjalanan menjadi lebih realistis, sehingga keterlambatan kedatangan kereta bisa ditekan.
Saat ini, ketepatan waktu kebe-rangkatan kereta di PT KAI Daop VI Jogja mencapai 96,2 persen dari batas toleransi 92 persen. Sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 51 persen dari batas toleransi 39 persen. Tahun ini, PT KAI Daop VI Jogja juga menargetkan per-tumbuhan penumpang hingga 25 persen. “Pada 2013 penumpang di Daop VI sebanyak 4,7 juta orang dan naik menjadi 5,8 juta penum-pang, atau naik sekitar 22 persen,” terangnya. (pra/jko/ong)