HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PORAK PORANDA: Rumah warga di desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri yang rusak parah akibat sapuan banjir bandang, kemarin. 
PURWOREJO- Banjir dan tanah longsor melanda kecamatan Pituruh dan Kemiri,. Ratusan rumah rusak tersapu banjir bandang akibat hujan lebat akhir pekan lalu. Satu warga meninggal tertimbun material tanah longsor. Korban adalah Kiman, 27, warga Pamrihan RT 02 RW 01, Pituruh.
Dampak banjir terparah terjadi di Sawangan, dan Kesawen (Kecamatan Pituruh) dan di Kaliglagah, Kapiteran (Kecamatan Kemiri). Puluhan rumah rusak parah akibat terjangan banjir bandang sungai yang membelah Kedung Gupit dan Desa Sawangan. Adapun tanah longsor melanda Desa Wonosido dan Pamrihan, Pituruh, serta Desa Purbayan, Kemiri.
Banjir juga merusak fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan jembatan. Sejumlah tanggul juga jebol dan menyebabkan air meluap dan menggenangi ratusan rumah warga dan lahan pertanian. Sejumlah ternak hanyut. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Kepala Desa Sawangan, Pituruh Sisum menjelaskan, banjir bandang terjadi pada Sabtu (28/3) sore. “Hampir semua rumah di Dusun Sepati, Dusun Sawangan Kidul dan Dusun Kedungsari hancur diterjang banjir bandang,” jelasnya.
Kepala Desa Kaliglagah, Kemiri Saring Haryanto mengungkapkan, di desanya banjir hanya merusak belasan rumah. Namun saat kejadian hampir semua rumah di dua dusun itu terendam banjir. “Banyak warga yang banyak kehilangan parabot rumah tangga dan surat-surat penting,” ucapnya.
Camat Pituruh R Sigit Setiabudi menambahkan, banjir bandang juga menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik. Sehingga menyebabkan dampak banjir meluas, meluap dan menggenangi sedikitnya 14 Desa. “Banjir terparah di Kecamatan Pituruh yakni Desa Kalikotes, Kedung Batur, dan Kesawen itu karena memang berada di bantaran sungai,”jelasnya. (tom/din/Nr)