ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
SERIUS : Sebanyak 1.040 siswa SD dan MI mengikuti try out ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) di SMPN 1 Bantul kemarin (29/3).
BANTUL – Meskipun pola ujian nasional (unas) telah diubah, animo siswa sekolah dasar (SD) maupun madrasah ibtidaiyyah (MI) untuk mengikuti try out tetap tinggi. Bahkan cenderung meningkat.
Ini tampak pada pelaksanaan try out ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) bagi siswa SD dan MI di SMPN 1 Bantul kemarin (29/3). “Ada 1.040 siswa SD dan MI yang ikut. Sebagian merupakan siswa dari Kota Jogja,” terang Kepala SMPN 1 Bantul Yasmuri.
Try out yang diselenggarakan SMPN 1 Bantul merupakan agenda rutin tahunan. Meskipun USBN tidak menjadi penentu kelulusan siswa, try out tetap diselenggarakan dengan sejumlah pertimbangan.
Yasmuri berpendapat, mayoritas siswa masih canggung ketika menghadapi UASBN. Ini tidak terlepas dari imej UASBN atau ujian akhir lainnya yang dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan. Tidak jarang kemampuan siswa menjawab berbagai soal kalah dengan rasa kekhawatiran yang berlebihan. “Sebelum try out dimulai guru pembimbing di setiap ruangan memberikan pengarahan kepada siswa,” ujarnya.
Bimbingan ini di antaranya meliputi cara mengisi jawaban pada lembar jawab komputer. Melalui try out UASBN ini diharapkan para siswa tidak lagi bingung dan canggung ketika menentukan dan mengisi jawaban.
Menurutnya, materi dalam try out berupa soal-soal prediksi ujian. Soal-soal ini disusun pihak SMPN 1 dengan menggandeng sejumlah lembaga bimbingan belajar di Bantul. Agar try out ini dapat menjadi tes akhir bagi siswa sebelum mengikuti UASBN. “Lembar jawaban yang kami gunakan juga lembar jawab komputer,” urainya.
Hasilnya, try out ini serasa dengan UASBN. Dari 1.040 siswa peserta try out, panitia hanya akan mengambil lima terbaik. Nantinya mereka mendapatkan penghargaan dari penyelenggara. “Hadiahnya berupa tropi dan uang pembinaan. Bagi peringkat pertama mendapatkan tropi bergilir,” tambahnya.
Dina, salah satu peserta try out mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan try out. Sebab, dengan mengikuti try out ini dia mengetahui prediksi soal-soal dalam UASBN. “Hasilnya juga langsung bisa diketahui,” tandasnya.
Siswa seperti dirinya, kata Dina, masih membutuhkan try out. Meskipun UASBN tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Alasannya, melalui try out ini pula siswa dapat mengetahui tata cara mengisi jawaban pada lembar jawab komputer.(zam/din/mga)