SuranaAnggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sleman
Kader Partai Nasdem yang duduk di DPRD Sleman menaruh perhatian serius terhadap perkembangan pasar dan toko modern di kabupaten yang punya motto Sembada ini.
PASALNYA, sejak lima tahun terakhir toko modern seakan-akan menjamur bak cendawan di musim hujan. Jika tidak di awasi dan diikuti penegakan hukum yang konsis-ten kondisinya bisa tidak terkendali. “Sektor riil seperti pasar tradisional bisa terancam. Bukan tidak mungkin akan gulung tikar menghadapi persaing-an yang tidak imbang,” ungkap anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sleman Surana di ruang kerja kemarin (30/3). Khusus toko modern, Surana menca-tat jumlahnya telah mencapai 175 buah. Dari jumlah itu diketahui 90 di antaranya tidak berizin alias bodong. Toko modern atau toko berjejaring itu didomi-nasi Alfamart dan Indomaret.
“Dari 90 buah toko mo-dern yang bodong izin-nya sebagian besar berlabel Indomaret,” ungkap politisi yang duduk di Komisi B ini.Komisi B adalah alat kelengkapan dewan yang membidangi masalah per-ekonomian dan keuangan. Masalah peng-awasan toko modern terma-suk ruang lingkup ketugasan Komisi B.Diakui, dengan be-roperasi tanpa izin, toko-toko modern itu bukan hanya melanggar aturan. Namun mereka juga meru-gikan masyarakat, khususnya toko-toko kelontong kecil yang tidak berjejaring. De-mikian juga dengan pe-dagang-pedagang pasar tradisional.Bersama Komisi A, lanjut pria yang hobi kuliner ini, komisinya telah mere-komendasi sejumlah langkah. Toko-toko yang kedapatan melanggar dan tidak punya izin harus ditutup. Ada 30 toko modern yang telah mendapatkan surat peringatan dan harus ditutup. Jumlah itu ditambah empat toko modern yang proses perizinannya segera dicabut.
“Kami menunggu ketegasan dan kon-sistensi Pemkab Sleman menegakkan aturan tanpa pandang bulu,” desak ke-tua DPD Partai Nasdem Sleman ini.Dari pantauan Surana, jumlah toko mo-dern sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Depok. Sesuai dengan tugas dan fungsi pengawasan, dewan akan me-minta laporan Satpol PP Sleman menanga-ni masalah tersebut. Ia mendesak Satpol PP tidak wegah-wegih atau ragu-ragu bertindak. Bila alat buktinya cukup, maka pelanggar harus diproses sesuai aturan.Surana juga tahu bupati Sleman telah me-merintahkan beberapa toko modern yang melanggar untuk ditutup dan dihentikan operasionalnya. Surana yang telah dua pe-riode menjadi anggota DPRD Sleman ini agar perda tentang toko dan pasar modern maupun perda soal pasar tradisional agar ditegakkan.
Sesuai aturan toko atau pasar modern berjarak minimal 1.000 meter dari pasar tradisional. Bila ada yang berdiri dan kurang dari syarat itu harus ditindak.Pria yang bermukim di Kenayan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini juga berharap toko moder yang izinnya telah habis atau kedaluwarsa dan tidak diperpanjang agar dicermati. Itu terma-suk bagian dari pelanggar perda. Namun demikian, Surana juga wanti-wanti bagi pemohon izin yang telah lengkap dan memenuhi syarat agar tidak digantung atau ditunda-tunda. “Kepastian hukum harus dijaga,” imbaunya. (amd/ila/ong)