ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
PENGHIJAUAN: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menanam asam Jawa di Srigading, Sanden, Bantul kemarin (30/3).
BANTUL – Gubernur DIJ Sri Sul-tan Hamengku Buwono X membe-rikan perhatian khusus bagi peng-guna jalur jalan lintas selatan (JJLS), meskipun salah satu proyek pe-merintah pusat tersebut masih belum difungsikan. Wujud perha-tian orang nomor satu di DIJ ini dengan program penanaman lima ribu pohon perindang di sepanjang JJLS. “Kami ingin pengendara yang melintas di JJLS ini merasa nyaman karena sejuk penuh dengan pohon,” terang sultan di sela-sela penanaman 5.000 pohon asam Jawa yang dise-lenggarakan oleh PT BNI (Persero) Tbk dengan Pemprov DIJ serta Java Learning Center di Srigading, San-den, Bantul, kemarin (30/3)
Sedianya, 5.000 pohon perin-dang ini ditanam di wilayah Kota Jogja. Hanya saja, kemu-dian dialihkan ke pesisir selatan DIJ. Alasannya, gubernur kha-watir bila di kemudian hari ada perubahan kebijakan di Kota Jogja yang berdampak pada pe-nebangan pohon perindang. “Karena Kota Jogja baru kita usulkan ke pemerintah pusat sebagai kota heritage,” ujarnya.Sultan HB X menegaskan, pen-ghijauan menjadi salah satu concern pemerintah DIJ saat ini. Selain di sepanjang JJLS, pe-merintah DIJ juga berangan-angan menghijaukan kembali lereng Merapi, dan di sekitar waduk Kulonprogo.Angan-angan pemerintah DIJ ini memang bukan tanpa alasan. Penghijauan lereng Merapi, mis-alnya, bertujuan untuk revitali-sasi hutan karena untuk mening-katkan kembali sumber mata air. “Kami memang memerlukan pohon untuk mengurangi erosi dan antisipasi cepatnya pen-dangkalan waduk,” ungkapnya.
Khusus di lereng Merapi, sultan menilai, pohon Aren sangat co-cok. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, banyak pohon Aren yang masih bertahan hidup pasca erupsi Merapi.Bupati Bantul Sri Surya Wi-dati mengapresiasi penanaman 5.000 pohon perindang di se-panjang JJLS. Selain sebagai perindang, keberadaan pohon jenis Asam Jawa ini juga dapat memperindah pemandangan di sepanjang JJLS. “Toh, buah pohon ini juga ada manfaatnya,” tambahnya.Menurutnya, penanaman po-hon Asam Jawa ini juga dapat diselingi dengan pepohonan jenis lainnya. Misalnya, Trem-besi. Itu jika 5.000 pohon asam Jawa ini dinilai masih kurang.(zam/din/ong)