GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DIKERUK: Dinas Kimpraswil Kota Jogja melakukan penggalian di sekitar Jalan Kenari yang ambles untuk perbaikan.
JOGJA – Amblesnya Jalan Kenari di dekat Balai Kota Timoho karena saluran air hujan (SAH) yang berada di bawahnya jebol, mem-buat Dinas Pemukiman dan Prasarana Wi-layah (Kimpraswil) Kota Jogja menginten-sifkan pengawasan. Dinas Kimpraswil Kota Jogja memiliki tim yang memantau seluruh jaringan drainase di Kota Jogja.Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto mengatakan, di Kota Jogja selain di Jalan Kenari saluran drainase lain yang juga rawan rusak terdapat di ruas Jalan Ba-baran. Di ruas jalan ini rawan ambles ka-rena drainase yang berada di bawah ruas jalan tersebut juga sudah berusia tua. “Sama dengan di Jalan Kenari, yang di Babaran drainasenya juga sudah lama, di-tambah lagi sempat kena gempa 2006 lalu,” ujar Toto kemarin (29/3). Untuk perbaikan drainase Babaran maupun Kenari sudah menjadi prioritas Dinas Kimpraswil Kota.Menurut Toto, proses revitalisasi drai-nase Babaran dan Kenari dimulai sejak dari hilirnya di Sungai Gajah Wong
Untuk drainase Kenari, sejak tahun lalu Dinas Kimpraswil Kota Jogja sudah melakukan perbaikan dari Jalan Kusumanegara. Dari total panjang saluran se-panjang 1,4 kilometer, sudah 196 meter yang diperbaiki. “Tahun ini kita lanjutkan lagi, tapi belum sampai yang dekat Balai Kota ini,” terangnya.Toto juga meminta masyarakat yang mengetahui ada jalan ber-gelombang maupun terancam ambles untuk segera melapor ke Dinas Kimpraswil Kota Jogja. Ia juga akan mengintensifkan pengecekan di jalan-jalan utama Kota Jogja yang berpotensi men-galami kerusakan. Dirinya juga kembali memin-ta kepada Satuan Kerja Peng-embangan Penyehatan Ling-kungan dan Permukiman (PPLP) DIJ segera melakukan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat pembuatan saluran air limbah. “Yang menjadi perha-tian kami di jalan-jalan vital, di samping jalan yang rusak akibat pembuatan saluran air limbah,” ungkapnya.
Untuk perbaikan di Jalan Kena-ri tersebut akan dilakukan meng-gunakan dana tak terduga yang dimiliki Dinas Kimpraswil Kota Jogja. Tahun ini, total dana tak terduga untuk perbaikan drainase yang dikelola sekitar Rp 400 juta. Perbaikan di Jalan Kenari yang ambles pada Sabtu (28/3) sudah dilakukan dengan mengerahkan back hoe kecil untuk menggali di sekitar jalan yang ambles. Selama perbaikan, Dinas Per-hubungan Kota Jogja juga akan melakukan pengalihan lalu lin-tas, dengan larangan kendaraan ke arah timur Jalan Kenari.Sementara itu Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Kimpraswil Kota Jogja Aki Lukman menambahkan, selain di Jalan Kenari kerusakan drainase juga ditemukan di belakang Toko A Takrib, Badran. Tetapi sudah se-gera diperbaiki sebelum kerusa-kan makin parah. “Untuk saat ini kami juga sedang memperbaiki tebing yang longsor di Kricak,” ungkapnya. (pra/laz/ong)