MENGHITUNG HARI: Mary Jane Fiesta Veloso dikabarkan shock dan kerap menyendiri begitu tahu Peninjauan Kembali (PK)-nya ditolak Mahkamah Agung. Upaya hukum praktis tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
JOGJA – Terpidana mati ka-sus narkoba atau yang dikenal sebagai “ratu heroin” Mary Jane Fiesta Veloso shock se-telah mengetahui upaya Penin-jauan Kembali (PK) yang di-ajukan ditolak Mahkamah Agung (MA). Kini, perem-puan asal Filipina itu kerap menyendiri dan jarang bergaul dengan penghuni lapas lain. “Dia (Mary Jane Fiesta Velo-so, Red) mengetahuinya PK-nya ditolak dari keluarganya yang menghubungi melalui telepon lapas,” ungkap Kepala Lapas Klas II Wirogunan Jogja Zae-nal Arifin kepada wartawan kemarin (30/3)
Pascaputusan PK ditolak, Lapas Wirogunan belum mendapatkan surat pemberitahuan atas pu-tusan tersebut. Bahkan pihaknya belum mendapatkan surat perin-tah pemindahan Mary Jane menuju Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. “Kami juga belum melakukan isolasi. Dia masih satu sel dengan na-rapidana perempuan lainnya,” tambah Zaenal. Menurut Zaenal, Mary Jane sempat dikunjungi rekannya pada Sabtu pekan lalu. Hanya ia tidak mengetahui apakah pembesuk tersebut berasal dari Filipina atau pengacara. “Saya tidak tahu siapa pembe-suknya. Yang jelas ada yang membesuk,” terang Zaenal.
Penasihat Hukum Mary Jane, Agus Salim SH mengatakan, pihaknya masih belum mendaf-tarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Se-bab, opsi gugatan PTUN baru sekadar wacana. “Kami ingin tahu dulu mengapa PK ditolak. Setelah itu, baru ambil langkah hukum berikutnya,” kata Agus.Asisten Pidana Umum Kejati DIJ Tri Subardiman SH men-gatakan, hingga ini kejati belum mendapatkan salinan putusan dari MA. Karena itu, kejati be-lum mengambil langkah be-rikutnya terkait proses hukum Mary Jane.
“Rencana pemin-dahan masih belum pasti. Se-bab, kami masih nunggu salinan putusan PK,” kata Tri Subardi-man.Seperti diberitakan sebelumnya, Mary Jane ditangkap aparat Bea Cukai Bandara Adisutjipto Jog-ja pada 2010. Ia kepergok mem-bawa narkoba jenis heroin se-berat 2,6 kilogram. Pengadilan Negeri (PN) Sleman menjatuh-kan vonis hukuman mati terhadap perempuan Filipinan tersebut. Ia dianggap terbukti menye-lun_dupkan heroin dan tergolong sebagai sindikat narkotika inter-nasional. Sebelum mengambil upaya PK, Mary Jane sempat mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo. Per mohonan ampunan itu oleh pre siden ditolak. (mar/laz/ong)