LAMONGAN – Koramil 11/0812 Kedungpring menggerebek penimbunan pupuk bersubsidi kemarin (30/3). Dalam penggerebekan itu, 6,3 ton pupuk tanpa dokumen resmi dapat diamankan.
Penggerebekan pupuk berbagai jenis tersebut terjadi di rumah Karmisih, 45, warga Dusun Carangbang, Desa Dradah, Kecamatan Kedungpring. Karmisih merupakan istri seorang polisi di Lamongan.
Tentu itu menjadi keberhasilan kali kedua jajaran Kodim 0812 Lamongan. Sebelumnya, Koramil Paciran mengungkap pembuatan pupuk palsu. Dua kasus pupuk tersebut ditangani kepolisian.
Dandim 0812 Lamongan Letkol (Inf) Jemz Andre Ratu Edo menyatakan, penggerebekan pupuk dilakukan Koramil Kedungpring. Bahkan, pihaknya bersama Kapolres Lamongan AKBP Trisno Akhmadi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Barang buktinya sudah diamankan ke polres,” katanya.
Informasinya, penggerebekan dilakukan sendiri oleh Danramil Kedungpring Kapten CZI Sucipto beserta dua anggotanya, yakni Pelda Supii dan piket Serka Isa Putra. Namun, penggerebekan itu didahului penyelidikan sejak pagi.
Berdasar hasil pengembangan sementara, Karmisih mendapat pupuk dari Gandi, 40, kepala Dusun Jatijanggol, Desa Jadidrojok, Kecamatan Kedungpring. ”Pupuk yang dijual Gandi kepada Karmisih itu diduga pupuk jatah petani Desa Jadidrojok,” ujar sumber, warga setempat.
Pupuk dijual karena petani sudah tidak terlalu membutuhkan setelah panen padi. Kini petani mulai beralih menanam palawija atau tanaman lain. Dia tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi sebagai penjual atau distributor pupuk bersubsidi.
Hingga kini, proses pemeriksaan di TKP masih berlangsung. Selain Kapolres, jajaran kepolisian ikut ke TKP. Misalnya, Kasatreskrim Polres AKP Ponzi Indra dan Kanit Propam Iptu Suto. (idi/rij/bh/mas/jpnn)