BAHANA/RADAR JOGJA
SERU : Selebrasi para pemain PSS Sleman usai gol yang dibuat Rasmoyo ke gawang PPSM Sakti di di Stadion Moch Soebroto, Magelang kemarin (31/3). PSS Sleman menang 2-1.
MAGELANG – Hasil positif diraih PSS Sleman pada laga uji coba tandang ke kandang PPSM Sakti Magelang di Stadion Moch Soebroto, Magelang kemarin (31/3). Anak asuh Jaya Hartono ini menang 2-1 atas tuan rumah. Dua gol Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman dicetak hasil tandukan Rasmoyo di menit ke 65 dan Diego Banowo di menit ke 73.
Pelatih PSS Sleman Jaya Hartono mengakui, jika permainan anak asuhnya nyaris tidak berkembang di babak pertama. Meskipun telah diperkuat oleh dua gelandang sayap kreatif Dicky Prayoga dan Voller Ortega, PSS Sleman kesulitan untuk menembus lini pertahan yang digalang anak-anak PPSM. Bahkan, di menit ke 38 PSS Sleman harus kebobolan terlebih dahulu oleh pemain belakang PPSM Delzy.
Jaya Hartono menilai, Dicky Prayoga yang diharapkan dapat menambah daya gedor dari barisan belakang, ternyata tidak mampu berbuat banyak. Ya, karena kurang berkontribusi, dipertengahan babak pertama Dicky pun ditarik keluar digantikan dengan pemain belakang Sutaji.
Dengan masuknya Sutaji, praktis Rasmoyo yang sebelumnya berposisi dibek sayap bergeser lebih ke depan untuk menjadi gelandang. “Dicky tidak berkembang. Mungkin karena faktor mental. Sebab ini perrtandingan away pertama bagi kami,” kata Jaya usai pertandingan.

Diakui oleh Jaya, faktor laga tandang pertama, diprediksi menjadi salah satu penyebab. “Mental anak-anak masih belum teruji. Sehingga permainan tidak berkembang,” kata Jaya.

Nah, di babak kedua, permainan PSS Sleman mulai mengalamai perubahan. Pressing-pressing ketat yang diterapkan Jaya berhasil mematikan lini tengah Macan Tidar-julukan PPSM Sakti.

Hasilnya, Rasmoyo berhasil mencetak gol melalui heading hasil tendangan sudut Danan Puspito.
Dan di menit ke-73, giliran Banowo mencatatnya namanya di papan skor setelah sundulannya berhasil menjebol gawang PPSM yang dijaga Roma Surya. “Babak kedua saya instruksikan main menyerang. Orang terdekat dengan bola harus pressing. Setelah merebut bola jangan sampai kehilangan,” katanya.

Pelatih PPSM Inyong Lolombulan menyebut anak asuhnya mudah kehilangan konsentrasi. Terutama dalam mengantisipasi bola-bola mati. “Kami sering sekali membuat kesalahan sendiri. Tertutama dalam antisipasi bola-bola mati. Sudah sering terjadi pada laga uji coba,” terangnya.

Inyong mengakui pihaknya akan melakukan evaluasi kembali jelang remacth di Maguwoharjo minggu ini. Ajang uji coba tersebut, juga menjadi penilaian 3 pemain seleksi di PPSM. “Saya kasih waktu sampai uji coba di Maguwoharjo. Bila tidak berkontribusi saya coret,” jelasnya. (bhn/din/ong)