PLERET – Aksi kekerasan terhadap pelajar kembali terjadi. Bagus Pamungkas, bocah yang masih duduk di bangku kelas V SD Jejeran, Wonokromo, Pleret dijemur hingga pingsan karena dehidrasi oleh satpam sekolah.
“Hukuman” itu diterima bocah asal Jejeran tersebut bersama sejumlah temannya gara-garan dituduh merusak perangkat komputer sekolah. Mereka mendapatkan hukuman itu karena tidak ada satu pun siswa yang mengaku sebagai pelaku perusakan.
Dari informasi yang diperoleh Radar Jogja, Senin (30/3) Bagus bersama sejumlah temannya dijemur mulai pukul 09.00 hingga 10.30 di halaman sekolah. Parahnya, saat menjalani hukuman para siswa ini diminta terlentang di bawah terik matahari.
”Dehidrasi akhirnya dia (Bagus) pingsan,” terang Endah Susanti, ibunda Bagus Pamungkas saat dihubungi melalui sambungan telpon, kemarin (31/3).
Tak hanya Bagus, dua siswa lainnya yang mendapatkan hukuman serupa juga pingsan lantaran dehidrasi. Malam harinya, pihak sekolah sebetulnya berusaha menyelesaikan persoalan ini dengan mendatangi rumah orangtua Bagus.
Namun, kedatangan pihak sekolah ini justru membuat persoalan kian keruh. Sempat ada keributan antara pihak sekolah dan orangtua Bagus sebelum akhirnya dilerai oleh warga.
”Tadi (kemarin) nggak saya perbolehkan masuk sekolah karena kondisinya masih lemas,” tuturnya.
Kepala Sekolah SD Jejeran Isti Nadhiroh membenarkan sejumlah siswanya merusak perangkat komputer sekolah. “Itu lho. Keyboard-nya dipindah-pindah,” terangnya.
Hanya saja, Isti membantah pihak sekolah telah menjatuhkan hukuman jemur kepada para siswanya. Dia memastikan tidak ada hukuman jemur kepada para siswanya.
”Blas nggak (sama sekali tidak, Red) dijemur,” elaknya.(zam/din/ong)